Surabaya, BeritaTKP.com – Polrestabes Surabaya kini mengintensifkan strategi pemberantasan curanmor dengan fokus pada penelusuran jalur distribusi kendaraan curian. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, dalam diskusi publik di Suara Surabaya, memaparkan temuan signifikan bahwa mayoritas motor curian di Surabaya berakhir di Pulau Madura.
“Analisis data kami menunjukkan, 80,4% motor yang dilaporkan hilang di Surabaya terindikasi kuat dialirkan ke Madura,” tegas Kombes Pol. Luthfie. Data ini dihimpun dari hasil interogasi pelaku curanmor yang berhasil ditangkap sepanjang tahun 2025.
Meskipun wilayah Gresik, Pasuruan, dan kawasan Tapal Kuda juga menjadi tujuan pelarian, volume motor curian yang mengarah ke sana jauh lebih kecil dibandingkan ke Madura. Hal ini mengindikasikan adanya jaringan yang terorganisir dengan baik yang beroperasi lintas wilayah.
Polrestabes Surabaya tidak hanya berfokus pada penangkapan pelaku di lapangan, tetapi juga membidik jaringan penadah dan jalur distribusi curanmor. “Kami tidak akan berhenti pada penangkapan pelaku di jalanan. Kami akan kejar sampai ke akar-akarnya, termasuk jaringan penadah dan pihak-pihak yang terlibat dalam memuluskan aliran motor curian ini,” ujar Kombes Pol. Luthfie.
Sebagai bukti keseriusan, Polrestabes Surabaya telah mengungkap 251 kasus curanmor dan menangkap 226 tersangka sepanjang Juni 2025. Rata-rata, Tim Reskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkap 10 pelaku curanmor setiap minggunya.
Kombes Pol. Luthfie menekankan pentingnya kerjasama dengan masyarakat dan pihak kepolisian di Madura untuk memberantas curanmor secara efektif. “Informasi dari masyarakat sangat penting bagi kami. Kami juga akan berkoordinasi dengan Polres di Madura untuk melakukan operasi bersama dan mempersempit ruang gerak pelaku curanmor,” pungkasnya.
Dengan strategi baru yang lebih fokus dan terkoordinasi, Polrestabes Surabaya optimis dapat menekan angka curanmor dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. (lutfi)