Mataram, BeritaTKP.com – Kasus perkelahian antar siswi di salah satu SMP di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terjadi pada Kamis (20/11/2025), berhasil diselesaikan secara damai melalui proses mediasi yang difasilitasi pihak kepolisian.
Mediasi dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Cakra Selatan, AIPDA A.A. Bagus Narendra, bersama Bhabinsa, dengan menghadirkan kedua orang tua siswi yang terlibat untuk mencari solusi terbaik secara kekeluargaan.
Dalam kesempatan itu, AIPDA Bagus Narendra menegaskan bahwa setiap permasalahan yang melibatkan anak sekolah sebaiknya tidak langsung dibawa ke ranah hukum. Ia menekankan bahwa perkembangan, masa depan, dan psikologis anak merupakan hal yang harus menjadi prioritas.
“Orang tua harus berpikir positif dan bersama-sama mencari solusi untuk setiap permasalahan anak, terutama yang terjadi di lingkungan sekolah, demi kebaikan anak maupun dunia pendidikan,” ujarnya.
Pendekatan dialogis yang melibatkan guru, aparat keamanan, serta kedua keluarga membuat suasana menjadi cair. Setelah melalui musyawarah, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan kembali fokus pada pembinaan anak masing-masing.
Di tempat terpisah, Kapolsek Sandubaya AKP Niko Herdianto, S.T.K., S.I.K., melalui sambungan telepon, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Bhabinkamtibmas yang dinilai aktif memantau dinamika sekolah di wilayah binaannya. Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas sangat mendukung terciptanya suasana belajar yang aman dan kondusif.
“Semoga Bhabinkamtibmas tetap semangat dan pantang menyerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk menjaga ketenangan dan keamanan lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Penyelesaian damai ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi para pelajar agar lebih bijak dalam bertindak, serta memberi dorongan bagi para orang tua untuk meningkatkan komunikasi dan pengawasan terhadap anak.
Pihak sekolah turut mengapresiasi langkah cepat Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa dalam menangani kejadian tersebut. Mereka menilai kehadiran aparat bukan hanya soal pengamanan, tetapi juga memberikan pembinaan yang humanis bagi peserta didik.(æ/red)





