Nganjuk, BeritaTKP – Dalam rangka kunjungan anggota DPRD Kabupaten Nganjuk dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil 4 yaitu H. Gondo Hariyono.MSi yang akrab dipanggil oleh masyarakat Kangmas Gondo pada Jum’at, 7 November 2025 siang mengadakan Reses, bertempat di Kantor Desa Sidoharjo, Kec. Tanjunganom, Kab. Nganjuk yang dihadiri oleh para tokoh masyarakat diantaranya Kades Sidoharjo KH.Syaiful Anam MSi, Kades Banjaranyar Samsul, Babinsa Sidoharjo Serka Agus , Babinkamtibmas Sidoharjo Aipda Sugeng, Yasin ( Intel Polsek Warujayeng ), Perangkat Desa, BPD, RT/ RW dan masyarakat Desa Sidoharjo semua .

Pada awal acara sambutan dari Kepala Desa Sidoharjo Syaiful Anam yang menyajikan kata akrab kepada Kangmas Gondo menyampaikan bahwa reses di dapilnya tentang pembangunan di Desa Sidoharjo alhamdulilah sudah 80 % terlaksanakan dengan baik, yang kedua saya berterimakasih kepada masyarakat Sidoarjo untuk bisa menghadiri acara ini, dan yang ketiga terimakasih  kepada teman teman Media atas kerjasamanya kepada kami karena tanpa dukungannya kami tidak bisa berjalan dengan baik .

Sambutan dari Kangmas Gondo yaitu bahwa reses itu suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dimana guna menampung aspirasi dari masyarakat, dengan adanya reses ini maka hasilnya akan diusulkan dalam Musrenbang Kabupaten dan selanjutnya akan dibawa ke Badan Anggaran Kabupaten .

Sementara Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan Tanjunganom bernama Didik menyampaikan usulannya yaitu tentang jalan yang berada di Jarakan rusak parah sering banjir, ada aliran sungai tapi tidak maksimal sudah 2 tahun ini diajukan belum terealisasi, harapannya segera ada penanganan . Disamping itu ada lagi masyarakat juga mengusulkan jalan poros Dusun Jarakan dan jalan poros Mukuh, untuk jalan pelosok Miren ke arah Banjaranyar rusak harapannya kepada Kangmas Gondo Monggo segera ditindaklanjuti, ini harapan masyarakat kepada panjenengan ” ucapnya “.

Ketika diwawancarai oleh Berita TKP dan Media lainnya apakah hal ini tidak ada kesulitan ? Kangmas Gondo menjawabnya apabila selama anggaran cukup tidak ada masalah dan pihaknya berkata bahwa yakin pada akhir 2025 atau induk 2026 sudah bisa terealisasi .( tut )