Sumbawa, BeritaTKP.com– Kepolisian Sektor (Polsek) Lunyuk, Polres Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mencatat keberhasilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dua terduga pelaku pencurian hewan ternak berhasil diamankan setelah mencoba menjual sapi curian di wilayah Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat.
Kapolsek Lunyuk AKP Didik Setiyanto menjelaskan, kejadian berawal pada Jumat (24/10/2025), saat korban bernama A. Muim, warga Kecamatan Lunyuk, mengikat sapi miliknya di area persawahan. Namun, keesokan harinya sekitar pukul 07.00 Wita, korban mendapati sapi jenis Sapi Bali miliknya telah hilang dan diduga kuat dicuri pada malam hari.
“Korban segera melapor ke Polsek Lunyuk dan kami langsung melakukan penyelidikan mendalam,” ujar AKP Didik, Senin (27/10/2025).
Sapi Curian Ditemukan di Sumbawa Barat
Hasil penelusuran petugas mengarah pada informasi bahwa sapi milik korban telah dibawa dua orang terduga pelaku ke wilayah Kecamatan Maluk untuk dijual. Tim kemudian bergerak ke lokasi dan menemukan sapi dengan ciri-ciri yang sesuai dengan milik korban.
“Informasi dari warga menyebutkan bahwa sapi tersebut telah dijual oleh dua orang berinisial T dan S, keduanya berasal dari wilayah Sumbawa Barat,” ungkap Kapolsek.
Tanpa menunggu lama, polisi berhasil mengamankan kedua terduga pelaku beserta barang bukti berupa:
- 1 unit mobil pick up Isuzu Grandmax warna hitam bertuliskan “SAPI RACING” nopol B 9459 CAJ,
- 2 unit handphone milik pelaku, dan
- 1 ekor sapi curian milik korban.
Keduanya kemudian dibawa ke Mapolsek Lunyuk untuk pemeriksaan awal sebelum diserahkan ke Unit Pidum Satreskrim Polres Sumbawa guna proses hukum lebih lanjut.
“Saat ini kedua pelaku dan barang bukti sudah kami serahkan ke Satreskrim Polres Sumbawa. Pemeriksaan intensif dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan pencurian ternak lainnya,” jelas AKP Didik.
Imbauan untuk Masyarakat
Kapolsek Lunyuk juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap keamanan hewan ternak, terutama yang digembalakan di area terbuka seperti sawah dan ladang.
“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama. Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, kasus seperti ini dapat cepat terungkap,” tutupnya.(æ/red)





