Pasuruan, BeritaTKP.com – Sebagai wujud kepeduliannya Polres Pasuruan melakukan pendampingan untuk para pengungsi tanah gerak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Polisi memberikan trauma healing bagi pengungsi, khususnya anak-anak, pada Rabu (5/2/2025). Para pengungsi tanah gerak masih bertahan di SDN 2 Cowek dan sejumlah rumah warga sekitar. Selain pemenuhan logistik, para pengungsi juga mendapatkan trauma healing.
Kegiatan trauma healing ini dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Pasuruan, Iptu Sunarti. Polisi menghibur anak-anak di lokasi pengungsian. Mulai bercerita hingga mengajak anak bermain.
Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan mengatakan, trauma healing dilakukan untuk menghilangkan ketakutan pada anak-anak selepas terjadi bencana alam.
“Kita menghibur anak-anak di lokasi pengungsian mulai dari bercerita hingga permainan, yang difasilitasi oleh anggota Polres Pasuruan untuk melahirkan keceriaan pada anak-anak tersebut,” kata AKBP Jazuli Dani.
Pola pergerakan tanah masih terus dipantau oleh Pemprov Jatim dalam hal ini Dinas PU Cipta Karya Jatim bekerja sama dengan Ahli Geologi ITS. Untuk meminimalisasi adanya korban jiwa, warga perlu menyadari besarnya risiko yang berpotensi timbul dari tanah bergerak ini.
“Jadi untuk sementara warga yang terdampak diungsikan dulu sambil menunggu Dinas PU Cipta Karya Jatim bekerja sama dengan Ahli Geologi ITS untuk memetakan dan menganalisis kejadian ini,” jelas AKBP Jazuli Dani.
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi menjelaskan, kebutuhan logistik para pengungsi tetap dijamin. Untuk kebutuhan darurat terus disalurkan dari Dinsos dan BPBD.
Sebanyak 47 rumah warga Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, retak akibat tanah bergerak, 16 di antaranya rusak parah. Fenomena tanah gerak ini mulai dirasakan warga sejak Selasa (28/1/2025) dan masih terus berlanjut hingga Kamis (30/1/2025) pagi. Pada Rabu (29/1), sebanyak 176 jiwa diungsikan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan ke SDN Cowek 2. (sy/red)





