Surabaya, BeritaTKP.com – Aksi kriminal pembegalan terjadi di depan Ruko Dupak Megah, Kota Surabaya, Sabtu (11/5/2024) sekira pukul 03.00 WIB.

Dua korban yakni Jerry dan istrinya dibegal motor dan tas. Motor milik Jerry yang dirampas oleh lima terduga pelaku adalah motor Honda Scoopy dengan nomor polisi (nopol) L 5388 BW.

Kejadian bermula ketika Jerry berboncengan dengan istrinya naik Scoopy. Saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP), menghentikan motornya karena Jerry hendak buang air kecil.

Korban kemudian turun dari motor untuk buang air kecil di sekitar taman dengan posisi kunci motor masih menempel di rumah kunci motor. “Sedangkan istrinya masih berada di atas motor,” ungkap Kapolsek Bubutan Kompol Dwi Okta Herianto, Minggu (12/5/2024).

Tak lama kemudian dari arah belakang terdapat segerombolan anak muda sekitar 5 orang dengan menggunakan 2 motor melintas. Mengetahui ada sasaran, mereka pun putar balik dan mendatangi korban lalu mengancam korban.

“Salah satu dari terduga pelaku mengeluarkan sajam yang diselipkan dalam bajunya dan mengacungkan menuju korban,” ungkap Okta.

Karena ketakutan, pasutri tersebut langsung melarikan diri dengan meninggalkan motornya, yang mana kunci motor masih menempel. Sehingga para terduga pelaku dengan leluasa membawa kabur motor.

Atas peristiwa ini, pasutri tersebut langsung melapor ke Mapolsek Bubutan. Dan hingga kini anggota Reskrim masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku yang merampas motor korban.

Berdasarkan keterangan Andre, security rumah sakit di Jalan Dupak mengungkap pada Minggu (12/5/2024) sekira pukul 01.30 WIB, juga terjadi penjambretan pengendara motor.

“Korban wanita naik Vario. Dijambret tasnya isi KTP, ATM, uang Rp 800 ribu,” ungkap Andre saat ditemui di tempat kerjanya.

Saat itu, Andre yang sedang piket malam tiba-tiba melihat korban naik motor sendirian lalu dipepet dari kanan oleh dua orang pelaku yang juga naik motor lalu dirampas tas selempangnya hingga korban jatuh tersungkur ke aspal. Selanjutnya, para pelaku kabur ke arah barat Jalan Dupak.

“Korban tas selempangnya dirampas dari sebelah kanan dan terjatuh dari motor. Korban mengalami luka lecet di kaki kiri dan tangan kanannya. Beruntug korban pakai helm kalau enggak hancur itu kepalanya,” ungkap Andre.

Meski terluka, korban tidak mau dirawat di rumah sakit dan memilih pulang. Jadi Andre tidak sempat bertanya identitas korban. “Saya tidak sempat mencatat motor jenis apa dan pelat nomor motor korban,” ujarnya.

Menurut Andre, korban sempat minta pertolongan warga sekitar, tapi keadaan di lokasi sepi sehingga tidak ada yang menolongnya. “Sepi kalau malam di Jalan Dupak. Saya juga kurang tahu pelaku gangster atau murni penjambretan,” pungkas Andre. (Din/RED)