Mojokerto, BeritaTKP.com – Sesosok mayat telah ditemukan dalam keadaan yang sudah membusuk. Diduga mayat tersebut adalah seseorang yang bekerja menjadi penjaga sarang burung walet turut di Dusun Nambangan, Desa Ngimbangan, kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Keberadaan mayat tersebut diketahui karena ada warga yang mencium bau menyengat dari dalam gudang.

Salah satu warga yang bernama Habib mengatakan bahwa korban merupakan penjaga gudang sarang walet. “Biasanya belanja ke tempat saya setiap dua hari sekali, terakhir saya lihat tanggal 9 kemarin. Dia tinggal sendiri, warga mengenalnya dengan nama Pak Iwan, tidak tahu warga asal mana,” katanya, Kamis (18/11/2021).

Kapolsek Mojosari, Kompol Heru Purwandi menerangkan bahwa pihaknya mendapat laporan dari perangkat desa setempat terkait penemuan mayat pada, Rabu (17/11/2021) sekitar pukul 20.30 wib. “Dari informasi Ketua RT telah ditemukan mayat di dalam kamar gudang sarang wallet di Desa Ngimbangan,” terangnya.

Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian. Namun karena pintu gudang terkunci dari dalam, akhirnya petugas dan warga naik tangga untuk membuka kunci gudang. Di dalam kamar didapati korban yang diketahui tak terlihat sejak 12 hari lalu tersebut sudah meninggal dunia dalam keadaan membusuk.

“Korban ditemukan sudah meninggal dalam kondisi membusuk di dalam kamar. Korban berinisial LKY ,68, warga asal Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo, Kota Ponorogo diketahui bekerja sebagai penjaga gudang sarang walet. Menurut keterangan dari beberapa saksi dan tetangga koban, korban tinggal seorang diri,” bebernya.

Jenazah korban saat ini sedang dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Prof  Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun dari hasil pemeriksaan pihak rumah sakit, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Hanya terdapat lebam mayat saja.

“Hasil keterangan dari pihak rumah sakit, di tubuh korban tidak ditemukan tanda luka akibat kekerasan hanya lebam mayat. Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menerima dan membuat penyataan menolak untuk dilakukan visum terhadap korban sehingga jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka,” pungkasnya.

(k/red)