Jenazah korban tiba di rumah duka, kawasan Jalan Kapasari Perdukuhan.

Surabaya, BeritaTKP.com – Seorang remaja berinisial MA (15), warga asal Kapasari Pedukuhan V, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, meninggal dunia usai mendapatkan luka bacok dalam tawuran antar gengster di Jalan Kenjeran, pada Sabtu (9/12/2023) dini hari. Pelajar SMPN 37 tersebut tewas saat akan dilarikan ke RS Adi Husada.

Berdasarkan keterangan dari rekaman CCTV SPBU pada waktu pukul 02.45 WIB, rombongan pelaku berjumlah sekitar 50 orang datang mengendarai motor dan membawa senjata tajam dari timur Jalan Kenjeran.

Mereka konvoi hingga putar balik di perlintasan kereta api depan SPBU Jalan Kenjeran dan berhenti. Beberapa pelaku sambil membawa sajam menyerang kelompok korban yang berkumpul di depan gang Jalan Donorejo.

Secara bersamaan juga ada kereta api melintas, sehingga kemungkinan korban terjebak sehingga lari ke arah permukiman Donorejo dan tertinggal lalu tertangkap. Selanjutnya tanpa ampun dibacok oleh terduga pelaku.

“Dari rekaman CCTV, terduga pelaku pakai baju putih dan bawa celurit panjang dan besar diduga lari ke seberang jalan depan SPBU lalu membacok korban,” beber AR, pegawai SPBU Sidotopo, dilansir dari memorandum.

Setelah membacok korban, kata AR, terduga pelaku yang pakai baju putih langsung lari ke motor temannya yang sudah menunggu di SPBU. “Usai membacok, terduga pelaku dan teman-temannya sempat joget-joget,” bebernya.

Rombongan pelaku kemudian berkumpul di depan Masjid Sabitul Muttaqin depan SPBU Jalan Sidotopo. Selanjutnya melarikan diri ke arah timur Jalan Kenjeran.

Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu (9/12/2023) pagi, dan sekitar pukul 12.00 WIB, polisi mengamankan dua terduga pelaku ke SPBU. “Kata polisinya, dua orang yang di admin grup di media sosial yang mengajak tawuran. Sempat dibawa ke SPBU,” jelasnya.

Pada hari itu juga, yakni pada sore hari polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap seorang terduga pelaku lagi, diduga yang membacok korban. Informasinya, pelaku tersebut merupakan anak Rangkah.

Pelajar SMP yang masih duduk di kelas 3 tersebut meninggal ketika dibawa menggunakan becak ke rumah sakit. Korban menerima luka bacokan paling parah di bagian punggungnya. “Korban tewas dikeroyok sekelompok remaja tawuran dengan menggunakan sajam, lukanya robek di bagian punggung,” jelas Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Teguh Setiawan.

Rita, ibu korban sempat dipanggil ke Mapolsek Simokerto untuk melengkapi berkas pemeriksaan. Dan sampai polsek dia melihat dua anak yang diamankan ke dalam ruangan pada Sabtu (9/12/2023). Petugas juga memintai keterangan dua teman yang membawa anaknya ke rumah sakit (RS) Adi Husada Gembong naik becak pagi harinya usai kejadian.

Saat ditanya apakah MT ikut tawuran? Rita menjawab ‘tidak’. Hanya saja saat itu bersama teman-teman sekolah kurang lebih 30 orang. Katanya ikut melihat tawuran dan buat konten. “Anak saya tidak ikut tawuran, hanya melihat dan buat konten,” ungkap Rita, dilansir dari memorandum.

Ketika itulah tiba-tiba para pelaku maju dan menyerangnya. Teman-temannya juga lari ke permukiman warga Donorejo. Saat itulah korban terpeleset dan jatuh lalu dibacok di bagian punggungnya.

Usai dibacok, dua temannya mencari korban dan menolongnya dan membawanya ke depan ponten umum. Lalu dibawa ke rumah sakit naik becak. Hingga akhirnya diketahui sendiri oleh kakak perempuan korban saat berada di rumah sakit.

“Yang bikin konten-konten anak Gembong dan Pecindilan, anak saya sama temannya hanya mau melihat buat konten tawuran saja,” tandas Rita. (Din/RED)