Tulungagung, BeritaTKP.com – Jasad remaja pesilat di Tulungagung yang tewas usai latihan pencak silat dilakukan autopsi atau pemeriksaan dalam oleh tim kedokteran forensik. Dalam autopsi tersebut ditemukan bahwa korban mengalami pendarahan pada bagian otaknya.

Selain itu, hasil autopsi juga menemukan adanya beberapa luka di bagian dalam tubuh korban, REB (15). “Temuannya adalah luka pada bagian dalam, yaitu leher belakang dan rongga dada. Korban mengalami pendarahan pada rongga otak,” kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung, Ipda Fatahillah Aslam Firmansyah, Kamis (23/11/2023).

Dari penemuan itu, tim forensik menyimpulkan bahwa kematian korban diakibatkan oleh adanya benturan yang memicu terjadinya pendarahan pada rongga otak. “Untuk penyebabnya (benturan dan pendarahan) masih kami dalami,” ujarnya, dilansir dari detikjatim.

Dari rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian, polisi menjumpai titik terang. Dalam rekaman CCTV tersebut terlihat dengan jelas jika di lokasi kejadian, ada dua pelatih dan tiga rekan korban sesama siswa. “Saksi mengakui ada kontak fisik antara saksi dengan korban, karena ada bukti CCTV juga saat latihan itu. Bukti kontak fisiknya ada, korban juga terjatuh,” imbuhnya.

Pria yang disapa akrab dengan panggilan Fafa ini mengaku masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap keluarga korban, serta saksi dari pihak rumah sakit yang sempat melakukan perawatan. “Untuk saksi dari keluarga kami belum bisa periksa, karena kondisinya masih berduka,” jelasnya. (Din/RED)