
Surabaya, BeritaTKP.com – Dimas Yemahura, kuasa hukum Dini Sera Afrianti (29), perempuan yang menjadi korban penganiayaan hingga tewas, akan dilaporkan oleh pihak kuasa hukum pelaku Gregorius Ronald Tannur
Dimas dilaporkan terkait dengan pernyataan serta video yang mengatakan bahwa pihak keluarga tersangka berusaha memberikan uang santunan untuk berdamai. “Akan kami laporkan Dimas dan kawan-kawan yang sudah menebar isu bohong fitnah,” ujar kuasa hukum Ronald Tannur, Lisa Rahmat, Selasa (17/10/2023) kemarin.
Lisa menyatakan bahwa pihak keluarga Ronald tidak pernah memerintahkan seseorang untuk memberikan uang santunan kepada pihak keluarga korban dengan tujuan perdamaian. Menurutnya, Edward Tannur, ayah dari Ronald Tannur memang berencana mendatangi keluarga korban sendiri untuk menyampaikan bela sungkawa.
“Kami ini keluarga belum ke sana, masih mau minta waktu, enggak mungkin kami nyuruh orang. Kok sudah digoreng yang tidak-tidak, dikatakan [mau memberikan santunan untuk damai], ini kan fitnah,” tegasnya.
“Sudah gitu divideo lagi sama Dimas, setelah itu diserbarkan-sebarkan, ini [pelanggaran] UU ITE lho,” pungkasnya.
Keluarga Dini Sera Afrianti mengaku bahwa sebelumnya sempat didatangi oleh seseorang yang ingin memberikan santunan, pada Selasa (10/10/2023) lalu. “Kemarin keluarga korban didatangi oleh seseorang bernama Fauzi sebagai perantara mengaku dari PKS,” kata Dimas Yemahura, pengacara keluarga korban, Rabu (11/10/2023).
Kendati beda partai, Edward dari PKB, orang ini menyebut ia satu komisi dengan Edward di DPR RI. Seseorang itu, menurut Dimas, datang ke rumah keluarga korban di Sukabumi untuk meminta nomor rekening. Dimas lantas mengatakan bahwa Fauzi tersebut bukan orang partai PKS, melainkan orang suruhan dari PKS.
Adik korban, Elsa Rahayu Agustin, mengatakan seseorang tersebut mengaku satu komisi di DPR RI dengan Edward Tannur. “Katanya dari partai PKS ini, satu komisi sama ayahnya Ronald ini, menyuruh ke dia katanya datengin rumah kita, kemudian dikasih santunan tanpa sepengetahuan kuasa hukum kami,” ujar Elsa.
Saat menawarkan perdamaian tersebut, orang bernama Fauzi tersebut mengatakan kepada Elsa untuk tidak memberitahu siapapun. “Jangan ada yang tahu bahwa kita keluarga Ronald datang ke rumah,” kata Elsa menirukan ucapan orang tersebut. (Din/RED)





