Surabaya, BeritaTKP.com – Siswi SD 236 Radupadangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, akan menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Siswi kelas 2 SD tersebut akan dibawa ke RS [PHC Surabaya.

Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, pemeriksaan ini dilakukan demi memastikan kondisi mata korban, apakah benar sesua dengan keterangan orang tuanya atu tidak. “Yang pasti semoga hasilnya baik-baik saja. Hasil MRI nanti kita laporkan pimpinan,” tambahnya.

Pemeriksaan MRI tersebut diputuskan setelah Bupati Gresik Fandi Akhmad mengunjungi kediaman korban SAH, Selasa (19/9/2023) kemarin petang. Pemeriksaan dilakukan oleh Pemkab Gresik yang bekerja sama dengan RSUD Ibnu Sina dan RS PHC untuk memeriksakan mata SAH.

Gus Yani mengatakan, mata kanan SAH nantinya akan diperiksa lagi menggunakan teknik Magnetic Resonance Imaging (MRI). “Mudah-mudahan hasilnya tidak membahayakan adik SA. Mudah-mudahan sehat tidak ada masalah di matanya di sebelah kanan yang dicurigai ada gangguan. Kita berharap, berdoa mudah-mudahan tidak ada masalah,” kata Gus Yani.

Gus Yani juga berjanji akan menanggung biaya pengobatan hingga pemulihan mata SAH. Dananya akan ditalangi lewat APBD. “Biaya nanti InsyaAllah kita (Pemkab) tanggung. Tentunya menggunakan dana APBD. Semuanya sudah beres dari RSUD Ibnu Sina,” tukas Gus Yani.

Diberitakan sebelumnya, Seorang siswi SD kelas 2 di Gresik diduga mengalami tindakan penganiayaan oleh kakak kelasnya. Parahnya, gadis cilik tersebut harus kehilangan salah satu fungsi organ tubuhnya yakni mata. Diketahui, korban mengalami kebutaan permanen setelah matanya dicolok tusuk bakso oleh kakak kelasnya. (Din/RED)