
Kediri, BeritaTKP.com – Warga Kelurahan Tempurejo, Kota Kediri dihebohkan dengan peristiwa air sumur yang berubah menjadi minyak yang bisa terbakar jika tersulut api. Diketahui, sebanyak 14 air sumur warga telah berubah bercampur minyak. Sumur tersebut juga mengeluarkan bau menyerupai bahan bakar minyak (BBM) dan tekstur air terasa licin jika disentuh.
Salah seorang warga RT 005/RW 002 bernama Sulastri mengatakan, air sumur miliknya berubah warga dan berbau minyak sejak Bulan Agustus lalu, dan semakin hari kian memburuk kondisinya. Ia menyebut, air sumur semakin keruh dan mengental di bagian permukaan. “Saya juga mencium bau air menyengat serupa bau minyak. Saya tidak mau menuduh, tapi baunya ya seperti itu, seperti minyak,” katanya.
Ketua RT 005/RW 002 bernama Abdulloh Mubarok menyebut jika bau sumur mirip Pertalite. Air sumur miliknya juga sudah berubah sejak sebulan terakhir. “Baunya seperti BBM Pertalite. Berminyak dan lengket,” kata Mubarok.
DLHKP dan Dinas Kesehatan Kota Kediri didampingi dengan Polres Kediri turun tangan mengambil sampel air ke lokasi. Kegiatan itu dilakukan untuk mengungkap penyebab pencemaran sumber air sumur. “Tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) akan membawa air berwarna hitam ini ke ITS. Tujuannya untuk diteliti kandungan apa saja. Beberapa waktu lalu ITS sudah ambil sampel di sini dan kita sedang menunggu hasil pastinya,” Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Minggu (10/9/2023) kemarin.
Hasil pemeriksaan sementara dari sampel air yang diteliti oleh tim ITS, ditemukan adanya kandungan petrolium hidrokarbon. Selain di rumah Sulastri, juga di sejumlah rumah warga lainnya yang mengalami pencemaran air. Pada pengambilan sampel, total petrolium hidrokarbon (TPH) di rumah Semi sebesar 16,50, Sugiono 7, Sutiyah 14, Kasmini 7, dan sumur bor 14,5.
Sementara untuk air yang berwarna hitam dan jika tersulut api bisa menyala masih harus diteliti untuk mengetahui kandungannya. “Ini sudah ditemukan bahwa ini pencemaran bahkan airnya sudah semakin kental. Nanti akan diteliti lebih lanjut dan dicari sumbernya. Cara mencarinya ITS akan menggunakan geolistrik,” katanya.
Kepada masyarakat, dirinya menghimbau agar tidak menggunakan air yang tercemar di lingkungannya. Selain itu Pemerintah Kota Kediri juga terus melakukan pengiriman air bersih kepada warga. Setiap hari tim dari DLHKP Kota Kediri mengisi tandon di depan rumah warga pada pagi dan sore.
Ia juga sudah menegaskan air yang tercemar tidak boleh digunakan hingga ada hasil pasti dari penelitian tim ITS. Setelah sumber pencemaran diketahui pemkot segera melakukan pemulihan. “Kami juga harap Pertamina segera melakukan pengecekan terhadap air yang hitam ini. Jadi prosesnya ini akan tumbuh bersama. Semoga segera diketahui sumber pencemarannya dan kami pulihkan,” ujarnya. (Din/RED)





