Mobil Toyota Rush setelah terlibat kecelakaan dengan mobil yang ditumpangi Irwan DA2 Sumenep di Sampang.

Sampang, BeritaTKP.com – Penyanyi dangdut jebolan D Acamademy (DA) 2, Irwan Krisdiyanto asal Sumenep, menjadi korban dalam kecelakaan lalu lintas dua mobil di Jalan Jalan Raya Torjun, Kabupaten Sampang, pada Jumat (11/8/2023) kemarin malam.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sampang, Aida Abdullah membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Kendaraan sama-sama dari arah Surabaya, satu kendaraan menabrak pohon, kendaraan lainnya terjun ke Sawah. “Kejadiannya pukul 17.30 WIB, di Desa Torjun, Kecamatan Torjun,” kata Abdullah.

Saat kecelakaan berlangsung, peraih juara 3 DA 2 tersebut berada di dalam salah satu mobil, yakni Honda Mobilio hitam berpelat nomor B 2834 TBT bersama 5 orang temannya. Sedangkan mobil lainnya jenis Toyota Rush putih berpelat nomor L 1938 JZ. “Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Semuanya sehat wal afiat, semua korban dalam keadaan selamat termasuk Irwan (DA2),” ucap Abdullah.

Insiden itu bermula saat mobil yang ditumpangi Irwan bersama empat orang temannya jenis Honda Mobilio warna hitam Nopol Jakarta, B 2834 TBT melaju dari arah barat menuju timur (Sumenep) dengan kecepatan sedang.

Setibanya di TKP, muncul mobil Toyota Rush beriringan dengan mobil ambulance yang menyalipnya. Tetapi, dari arah berlawanan terdapat kendaraan truk sehingga membuat mobil Rush yang dikemudikan oleh Zainuddin (46), warga asal Sukolilo, Kota Surabaya menghindar ke arah kiri secara tiba-tiba.

Alhasil, menyenggol mobil yang ditumpangi Irwan dan membuat mobil memanuver ke arah kiri hingga menyeruduk pohon di bahu jalan. Sedangkan mobil Rush terjun bebas ke semak-semak dengan kondisi mobil terbalik.

Berdasarkan pengakuan Zainuddin, dirinya saat itu sedang perjalanan ke RSUD Mohammad Zyn Sampang bersama istrinya. Dia mengikuti laju ambulans yang membawa neneknya dari arah barat Jalan Raya Torjun, Sampang. “Alhamdulillah, tidak apa-apa. Saya bersama istri masih selamat,” ujar Rohmat.

Rohmat mengaku kecepatan mobil yang dia kendarai berkisar 80 km/jam mengikuti laju ambulans. Dia banting setir saat ambulans gagal mendahului kendaraan karena di depannya ada kendaraan yang melaju dari arah berlawanan. “Karena ambulans nggak jadi nyalip, saya langsung banting setir hingga terguling ke bahu jalan. Sementara, kendaraan di belakang saya (mobil yang dikendarai Irwan) juga mengikuti laju mobil saya. Akhirnya, sama-sama banting setir ke arah kiri,” katanya.

Terkait kerugian material, dirinya mentaksir mencapai sekitar Rp. 20 juta mengingat kerusakan yang dialami ke dua mobil cukup parah, apalagi mobil Rush. Kedua mobil yang terlibat kecelakaan dievakuasi ke kantor Satlantas Polres Sampang. (Din/RED)