Surabaya, BeritaTKP.com – Sebuah rumah makan nasi goreng HKR di Jalan Menganti Babatan Wiyung, dilaporkan baru saja kebobolan masling pada Rabu (10/5/2023) dini hari kemarin. Lewat kejadian itu, pelaku berhasil menggasak HP Xiaomi dan uang sebesar Rp 500 ribu.

Aksi pelaku berhasil terekam CCTV yang terpasang di rumah makan. Rekaman tersebut dijadikan bukti laporan ke Mapolsek Wiyung. “Terekam CCTV seorang pelaku masuk dan mencuri HP, uang Rp 500 ribu di laci,” kata Dewi, salah satu karyawan HKR saat ditemui di lokasi kejadian.

Dewi mengungkap, kali pertama pembobolan yang terjadi di tempatnya bekerja itu diketahui oleh bosnya, Wedy yang pada saat itu hendak membuka rumah makan sekitar pukul 11.30 WIB dan melihat pintu pagar terbuka juga kunci gembok yang hilang.

Merasa tidak beres, pria asal Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, tersebut masuk dan memeriksa meja laci. Dari sana ia menyadari bahwa HP dan uang raib. “HP milik kantor yang biasa dipakai untuk melayani via online, sedangkan uang hasil penjualan,” ungkap wanita berhijab ini.

Merasa rumah makan dibobol maling, Wendy bermaksud melihat rekaman CCTV. Diketahui jelas ada orang asing yang mencuri HP dan uang. “Pelaku tidak terlihat jelas karena kondisi gelap. Sementara CCTV tidak menyorot keluar, sehingga tidak tahu pelaku datang naik apa dan merusak kunci pagar menggunakan apa. Gemboknya hilang mungkin dibawa pelaku,” ungkap Dewi.

Berdasarkan rekaman CCTV, awalnya pelaku datang dan merusak gembok pintu pagar. Setelah berhasil pelaku lalu masuk ke dalam karena kebetulan pintu masuk rumah makan itu tidak dikunci.

Kemudian palaku menuju meja dan mencuri HP dan uang hasil dagangan nasi goreng sebesar Rp 500 ribu. Selanjutnya melarikan diri. “Kondisi ruangan lampunya dimatikan jadi gelap dan tidak terlihat jelas wajah pelaku. Hanya saja pelaku memakai jaket hody,” tandasnya.

Dewi mengatakan, setiap hari rumah makan ditutup jam 22.00 WIB dna tidak ada yang menjaga karena karyawan pulang. Dan juga kejadian ini baru kali pertama terjadi.

Sementara Kanitreskrim Polsek Wiyung Iptu Agus Tri Subagja membenarkan kejadian pembobolan tersebut. Hingga kini masih dalam penyelidikan guna menangkap pelakunya.

“Pelaku yang terekam CCTV hanya satu, sayangnya CCTV tidak menyorot keluar sehingga tidak melihat adanya pelaku lain dan baik motor apa jalan kaki,” kata Agus saat dikonfirmasi.

Agus menjelaskan, pelaku masuk dengan cara merusak gembok pintu pagar dan dengan mudah masuk ke ruang penyimpanan HP dan uang di laci karena pintu utama rumah makan tidak dikunci.

“Kami masih lidik dengan mempelajari CCTV yang merekam aksi pelaku. Dan juga meminta keterangan saksi-saksi di TKP,” tandas mantan Kanitreskrim Polsek Jambangan ini. (Din/RED)