Tulungagung, BeritaTKP.com – Korban yang dilaporkan hilang akibat terseret arus flushing atau pladu di bantaran Sungai Brantas, pada Selasa (7/3/2023) lalu, akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR, pada Rabu (8/3/2023) pukul 15.00 WIB. Warga asal Desa Pojok, Kecamatan Ngantru tersebut ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa di wilayah Kediri.

Koordinator Pos Basarnas Trenggalek, Yoni Fariza mengatakan, proses penemuan korban hanyut yang diduga bernama Djupri ini berlangsung cukup panjang. Tim SAR mendapatkan informasi dari masyarakat pada Kemarin pukul 06.00 WIB, yang melapor bahwa ada mayat mengapung di Sungai Brantas. “Akhirnya tim saya perintahkan untuk bergeser ke tempat itu, untuk memeriksa laporan dari masyarakat. Kita masih menyebutnya Mr X,” jelasnya.

Setibanya di lokasi kejadian, jasad korban kembali hanyut terbawa arus sungai. Jasad korban baru dapat dievakuasi pukul 15.00 WIB. Adapun tempat evakuasi telah memasuki wilayah Kabupaten Kediri. “Baru bisa dievakuasi sore hari sekitar pukul 15.00 WIB di wilayah Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri,” ucapnya.

Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Kediri untuk ditindaklanjuti. Diketahui, ketika ditemukan, pakaian yang dikenakan korban sudah hilang. “Dengan telah ditemukannya korban dan sudah evakuasi serta identifikasi, maka operasi SAR kita nyatakan ditutup,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pojok, Yudi mengatakan, berdasarkan informasi, jenazah korban Djupri yang hanyut dalam tradisi mencari ikan di bantaran Sungai Brantas tersebut diakui pihak keluarga. “Pada saat mengetahui temuan jenazah tersebut, anak serta menantu dari korban membenarkan hal tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak rumah sakit Bhayangkara Kediri ketika dimintai keterangan juga mengaku bahwasannya temuan jenazah tersebut merupakan korban hanyut akibat pladu di Sungai Brantas, pada Selasa (7/3/2023) dini hari lalu.

Jenazah akan segera dibawa ke rumah duka usai identifikasi dari rumah sakit. “Ya, dari informasi terbaru, pihak rumah sakit telah mengonfirmasi bahwasanya jenazah yang ditemukan tersebut merupakan jenazah Djupri, warga Desa Pojok,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa Djupri, warga asal Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, hanyut terseret derasnya aliran sungai saat mencari ikan mabuk sekaligus mengikuti tradisi pladu di bantaran Sungai Brantas, pada Selasa (7/3/2023) lalu. Korban awalnya sempat minta tolong dan melambaikan tangan sebelum sepenuhnya digulung derasnya arus. (Din/RED)