Jambi, BeritaTKP.com – Sejak ditetapkan menjadi tersangka nama YS (21) mama muda yang menjadi pelaku pelecehan seksual terhadap 17 bocah dibawah umur menjadi viral seketika di jagat media sosial.
Ternyata eh ternyata YS (21) pernah menjadi pemandu karaoke atau yang lebih dikenal dengan LC (Ladies Companion). Hal tersebut dikatakan helmi ketua RT 28 Kelurahan Rawasari, Alam Barajo, Jambi.

“Info dari tetangga, YS ini mantan LC (pemandu karaoke),” kata Helmi, Ketua RT setempat, Selasa (7/2/2023).
Dijelaskan Ketua RT, bahwa pekerjaannya sebagai pemandu karaoke itu dilakukan sebelum dirinya tinggal di kawasan tersebut. YS sendiri tinggal di kawasan tersebut bersama suaminya dan satu anak semata wayang sudah dua tahun terakhir.
“Ya terkait pemandu karaoke itu, sebelum tinggal di sini dan sebelum bersuami,” sebutnya kepada wartawan, Selasa (7/2/2023).
Dalam dua tahun terakhir, menurut Helmi, YS bekerja sebagai ibu rumah tangga sambil mengurus usaha rental Playstation, dan warung jajanan anak-anak. Helmi tak menyangka perbuatan YS yang mencabuli 17 anak di lingkungannya. Karena, menurut Helmi, YS dikenal sebagai orang yang jarang bergaul karena sibuk mengurus usaha rental PS-nya itu.
“Kalau kesehariannya tidak ada yang aneh. Gaya nya ya itulah rambut pirang (berwarna),” jelas Helmi.
“Selama ini kami tidak ada kecurigaan. Sangat syok dan kesal juga terhadap kejadian ini di lingkungan saya,” tambahnya
Helmi juga mengatakan terhadap 17 anak yang menjadi korban pencabulan itu, 15 di antaranya merupakan warganya, sementara dua korban anak lainnya berasal dari RT tetangga.
“Saya berharap agar pihak kepolisian dapat menghukum YS sesuai dengan hukum yang berlaku,” tuturnya.
Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jambi, AKBP Kristian Adi Wibawa saat dihubungi wartawan, Sabtu (4/2/2023) mengatakan pelaku alami kelainan seksual parafilia.
“Modusnya itu, anak-anak itu bisa diberikan bonus jam rental jika mau mengikuti keinginannya. Dalam hal ini anak laki-laki diminta untuk memegang payudaranya, dan anak perempuan itu disuruh ngintip,” jelasnya.
Kristian juga menyebut pada diri wanita itu juga ada gejala mengalami kelainan seksual. Ditanya terkait kelainan seksual pada wanita itu, pihaknya akan meminta bantuan tim kesehatan atau psikologis untuk membantu penyidikan ini.
“(Kelainan seksual) Kalau itu kami tidak bisa menentukan. Yang menentukan itu tim kesehatan atau medis. Mungkin minggu depan kami minta bantuan untuk penyidikan ini,” paparnya. (red)





