Lamongan, BeritaTKP.com – Dua orang bocah SD di Lamongan ditemukan meninggal dalam kondisi tenggelam di Sungai Desa Tracal, Kecamatan Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, pada Minggu (15/1/2023) kemarin, sekitar pukul 12.45 WIB.

Dua bocah yang tenggelam tersebut masing-masing bernama NNR (8), pelajar kelas III di SDN Tracal, Desa Tracal, Kecamatan Karanggeneng, dan juga AZF (9), pelajar kelas lll SD Muhammadiyah Tejoasri, asal Dusun Pilang, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan.

Sungai Tracal, lokasi ditemukannya jasad dua bocah SD asal Lamongan.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton Krisbiyantoro menjelaskan kronologi singkat dari peristiwa tersebut diawali saat korban AZF berkunjung ke rumah korban lainnya yang berada di Desa Tracal, yakni NNR yang merupakan teman korban, pada Minggu (15/1/2023), sekira pukul 09.40 WIB.

Kedua korban ini kemudian bermain bersama dan keluar dari rumah korban NNR sekira pukul 10.00 WIB. Setelah itu, tak disangka keduanya kemungkinan besar malah bermain dan mandi di sungai yang berada di Desa Tracal tersebut.

Setelah dua jam kemudian, seorang pria bernama Ali Ghofaroh yang merupakan warga Desa Tracal datang ke sungai setempat untuk mandi. Saat mandi itulah, Ali merasakan ada suatu benda aneh yang menyentuh kakinya.

“Mengetahui ada yang aneh, saksi Ali akhirnya memutuskan untuk memegang benda itu dan mengangkatnya ke permukaan. Saksi Ali begitu kaget, karena ternyata yang ia pegang adalah sosok anak kecil yang merupakan korban NNR tersebut,” terang Anton.

Dalam keadaan syok tersebut, Ali kemudian berenang ke tepian dan kemudian berlari menemui warga sekitar untuk memberitahu apa yang ia lihat. “Warga dan saksi kembali ke sungai di mana korban NNR telah ditemukan. Mereka mencari dengan cara menceburkan diri ke sungai itu. Akhirnya selang beberapa menit, korban AZF juga berhasil ditemukan,” imbuh Anton.

Berdasarkan temuan dua korban tenggelam ini, warga setempat langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Karanggeneng. Alhasil, para petugas kepolisian, petugas koramil, Satpol PP dan tenaga medis dari Puskesmas Karanggeneng pun akhirnya bergegas mendatangi TKP.

“Para petugas yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Karanggeneng itu langsung menggelar olah TKP. Dugaan kuatnya, kedua Korban murni tenggelam karena tidak bisa berenang. Hal ini juga diperkuat adanya keterangan dari para saksi,” beber Anton.

Atas kenyataan ini, Anton menuturkan, pihak keluarga kedua korban merasakan kesedihan yang luar biasa saat melihat jasad korban sudah tak bernyawa. Kedua korban dibawa ke rumah duka dan segera dikebumikan.

“Pihak keluarga menerima bahwa ini merupakan sebuah musibah, dibuktikan dengan surat pernyataan. Hasil visum luar dari tenaga medis juga tidak ditemukan adanya bekas tanda-tanda kekerasan,” pungkas Anton. (Din/RED)