Ponorogo, BeritaTKP.com – Musibah datang menghampiri Broto (63), warga Jalan Pacar Gang 2, Kelurahan Tonatan, Kecamatan Ponorogo, yang harus merelakan rumah dua lantainya ludes dimakan si jago merah, pada Minggu (1/1/2022) kemarin pagi.

Broto mengatakan sebelum rumahnya ludes terbakar, dirinya beserta semua anggota keluarga tengah berada di ruang tengah. Namun, tiba-tiba terdengar bunyi ledakan dari ruang setrika. Saat dicek ternyata sudah ada api yang membesar. “Memang di situ ada keranjang baju yang akan belum disetrika, saya dengar seperti barang jatuh tapi keras,” kata Broto, Minggu (1/1/2023) kemarin.

Petugas damkar saat berusaha memadamkan api di rumah warga Ponorogo.

Menurutnya, karena ruang tersebut untuk setrika, otomatis banyak tumpukan baju ketika ada percikan api. Api langsung menyambar baju dan api semakin membesar membuat Broto dan semua keluarganya tak sempat mengevakuasi barang berharganya. “Api sudah besar langsung menyelamatkan diri, uang di dalam, perhiasan juga di dalam, sertifikat di dalam juga hangus semua,” ujar Broto.

Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya saja pemilik rumah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Sebab, uang, sertifikat dan perhiasan pemilik rumah seluruhnya hangsu terbakar.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo, Henry Indrawardana menambahkan menurut pengakuan sejumlah saksi yang ada di lokasi kejadian, kebakaran tersebut terjadi pada pukul 06.30 WIB. “Dugaan awal penyebab kebakaran karena korsleting listrik dari ruang setrika,” imbuh Henry.

Pemilik rumah, lanjut Henry, mendengar bunyi ledakan dari awal titik muncul api di ruang setrika. Kemungkinan api semakin besar karena ada tumpukan baju. Henry menambahkan kerugian sebesar Rp 100 juta lebih.

“Api berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian dengan menurunkan dua unit mobil damkar ditambah dengan dua unit mobil suplai dari BPBD Ponorogo,” pungkasnya. (Din/RED)