Lamongan, BeritaTKP.com – Tidak diketahui kenapa, sepeda motor jenis matic yang dikendarai oleh Sunaji tiba-tiba terbakar saat sang pengemudi melintasi jalan raya Mantup-Lamongan, tepatnya di ruas jalan Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu, Lamongan, pada Senin (7/11/2022).
Untungnya, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sang pengendara bernama Sunaji selamat dari insiden yang membahayakan tersebut. Sunaji adalah warga asal Sidomulyo, Kecamatan Mantup, Lamongan yang hendak menuju ke Rumah Sakit (RS) untuk menebus obat.
Sunaji mengaku ia tak mengetahui secara pasti penyebab motornya bisa terbakar sampai habis. “Tidak tahu apa penyebabnya, api tiba-tiba muncul dan langsung membakar motor saya,” ujar Sunaji, di lokasi kejadian, Senin (7/11/2022).
Mengenai kronologinya, Sunaji menjelaskan, saat berkendara dari rumah ia tidak merasakan kendala apapun dengan motornya dan semuanya tampak normal seperti biasanya. Namun, setibanya di lokasi kejadian, tiba-tiba saja api muncul dari bawah kakinya.
“Memang rencananya saya mau ke RS, hendak menebus obat untuk keluarga saya. Tapi saat tiba di jalan ini, sekitar 50 meter dari arah selatan SPBU Desa Pelang, Kecamatan Kembangbahu tiba-tiba muncul api dari bawah kaki,” terangnya.
Menyadari api tersebut akan bertambah besar, Sunaji akhirnya menepikan motornya dan menaruhnya di bahu jalan. Tak lama kemudian, api yang semakin membesar tersebut melahap habis sepda motor matic Honda Vario miliknya. Ia tak bisa berbuat banyak dan hanya bisa meratapi motor kesayangannya ludes dilalap si jago merah.
“Pas saya berhenti itu, api semakin cepat menyebar. Saya sempat berupaya menjinakkan api dengan air yang saya ambil menggunakan jerigen, namun api tetap saja membakar motor dan hanya menyisakan rangkanya saja,” bebernya.
Akibat kebakaran ini, Sunaji mengaku, kerugian materiil yang harus ditanggungnya diperkirakan mencapai Rp14 juta. Meski begitu, ia menyebut, tidak melaporkan apa yang ia alami ke pihak kepolisian.
Tak cukup itu, Sunaji juga mengaku masih syok atas insiden yang menimpanya. Sehingga, ia juga harus mengurungkan niatnya niatnya untuk menebus obat ke rumah sakit dan kembali ke rumahnya dengan disusul oleh sang anak.
“Kebakaran motor selesai setelah banyak warga yang datang mengambil air dengan jerigen lalu disiramkan ke motor. Saya gak jadi nebus obat, masih dredek. Biar nanti anak saya saja yang ke Lamongan untuk menebus obat,” tutupnya. (Din/RED)






