Kediri, BeritaTKP – Pada Minggu (25/9/2022) di Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri, 17 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Ormas se-Kediri Raya melakukan aksi unjuk rasa damai .
Demo 17 LSM ini menuntut penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga masalah yang persoalan yang ada di negeri kita Indonesia.
Aksi damai ini dilaksanakan sejak pagi jam 08.00 Wib yang pada Hari minggu ramai oleh pengunjung yang melakukan olahraga, dimulai dengan melaksanakan senam massal yang juga diikuti oleh pengunjung SLG .
Setelah melaksanakan senam nasal secara bergantian para orator Dari 17 LSM melakukan orasi yang intinya menolak kenaikan harga BBM, Serta menggalang tanda tangan masal menolak adanya kenaikan BBM.
Khoirul Anam salah Satu aktifis senior, dalam orasinya menyampaikan Bahwa warga masyarakat yang berdemokrasi bebas menyampaikan pendapat dan Pegawai Sipil Negara (PNS) sekarang Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pelayan masyarakat bukan untuk dilayani, “Jadi Bosnya ya Rakyat”(masyarakat Nusantara sabang sampai merauke/ Rakyat Indonesia), “Harusnya mumpuni dan bijaksana dalam mengelola kebijakan.”
Setelah melaksanakan Orasi secara bergantian, 17 LSM itu melakukan peradilan gerakan rakyat kediri menggugat yang mana masukan dan pendapat berbagai elemen ditampung dan diakomodir untuk diteruskan pada pada yang berkaitan.
Dalam peradilan itu ditunjuk sebagai hakim Karim Amirulloh,SH ” Rakyat harus berani dan merasa sebagai pemilik negeri ini bukan justru sebaliknya. Kita ini seolah olah sebagai jongos/babu dinegeri ini padahal negeri ini pemiliknya adalah rakyat, pegawai negeri sipil (PNS/ASN) itu adalah pekerja rakyat begitu juga wakil kita yang duduk di dewan, mereka itu dibayar oleh uang rakyat untuk bekerja mensejahterakan kita. Wakil kita ditugasi untuk mengawasi pekerja kita sehingga mereka akan bekerja secara maksimal untuk mensejahterakan masyarakat.“
Selanjutnya hasil sidang tersebut akan diserahkan Ke Ketua MPR RI Bambang Susatyo di Jakarta. Selain itu juga digelar spanduk putih yang ditanda tangani oleh semua elemen masyarakat yang lewat dan rencananya tanda tangan dan tuntutan tersebut juga akan diserahkan ke DPRD Kabupaten Kediri dan DPRD Kota Kediri yang selanjutnya akan diserahkan ke Ketua MPR RI.
Aksi Damai berjalan dengan lancar yang dikawal anggota Polres Kediri jajaran, TNI serta Sat Pol PP kabupaten Kediri. Aksi damai selesai sampai siang siang jam 11.30, “Aman terkendali.”(Dlg)









