Sidoarjo, BeritaTKP.com – Pertandingan laga Persebaya vs RANS Nusantara berakhir dengan skor 1-2 atas kemenangan RANS Nusantara, membuat suporter Persebaya alias Bonekmania kecewa.

Laga yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo tersebut dimulai pukul 16.00 WIB, di hari Kamis (15/9/2022) kemarin. Saat wasit meniup peluit penjang tanda berakhirnya laga, Bonekmania langsung ricuh.

Gerombolan Bonekmania yang awalnya duduk di tribun penonton, turun ke lapangan untuk melampiaskan kekecewaannya. Pihak Bonekmania kecewa bukan hanya karena kekalahan ini saja, mereka menilai pihak tim Persebaya akhir–akhir ini kinerjanya kurang baik, hal ini bisa dilihat di pertandingan sebelumnya yang kurang optimal. Persebaya yang dibesut Aji Santoso juga mengalami fase kesulitan dalam mengembangkan permainan. Akibatnya, sejumlah pertandingan gagal dimanfaatkan menjadi kemenangan.

Potret bonekmania saat turun ke lapangan Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

Sebelum melawan Rans Nusantara , dibeberapa akun Instagram fanbase Persebaya viral karena puluhan Bonekmania meluruk Rizky Ridho dkk. Kedatangan mereka untuk meminta penjelasan mengapa permainan Bajul Ijo -julukan Persebaya-saat ini menurun.

Di situ, Bonekmania ditemui oleh kapten tim Persebaya Alwi Slamat dan Rizky Ridho. Terlihat juga ada Manajer Persebaya Yahya Hasan Alkatiri.

Mereka menuntut agar Persebaya dapat bermain maksimal di setiap pertandingan. Minimal Bonek meminta seluruh komponen Persebaya dapat bermain seperti musim 2021 lalu.

Namun, nasib berbeda. Rans Nusantara membuat hasil yang berbeda pada laga Kamis malam ini. Persebaya harus menyerah dengan skor 1-2 untuk tim Rans Nusantara.

Usai pertandingan, Bonek meluapkan kekesalannya atas performa Bajul Ijo  dengan masuk ke lapangan. Mereka melakukan protes ke jajaran pelatih dan pemain. Beberapa suporter yang marah juga mengejar para pemain, pelatih dan manajemen tim di  lapangan.

Bonek merusak fasilitas stadion, mulai bench pemain, bench pemimpin pertandingan, sound system, pagar pintu halaman hingga papan iklan di pinggir lapangan. (Din/RED)