BANGKA, BeritaTKP.com – Bu Elly Rebuin selaku ketua Mangrove Kepulaua Bangka Belitung langsung datang ke pantai batu ampar Desa Penangan Kecamatan Mendobarat kabupaten Bangka, merupakan lokasi rehabilitasi mangrove dengan luas 25 ha program padat karya rehabilitasi mangrove tahun 2021 lalu.
Adanya pemberitaaan dari beberapa media oniline tentang penambangan di kawasan mangrove desa penagan, membuat saya penasaran kata Ibu Elly Rebuin,akrab di pangggil yuk Elly kita ketahui penanaman mangrove merupakan program dari Kementerian Lingkungan Hidup perintah Presiden Republik Indonesia langsung.
Yuk Elly dengan merasa penasaran atas pemberitaan dari beberapa pemberitaan dari media online saya segera berkomunikasi dengan KPH Sigambir Sembulan menanyakan informasi peta wilayah tapi rasa penasaran yang sangat mendalam saya harus sempatkan melihat secara langsung ke lokasi atas pemberitaan tersebut sekira pukul 16.00 wib berada di Pantai Batu Ampar desa Penagan, menjumpai beberapa warga kebetulan berada disekitaran lokasi penanaman mangrove langsung saya tanyakan siapa yang menambang di wilayah hutan lindung dan wilayah hutan mangrove masing masing menjawab bahwa mereka sama sekali tidak penambang dan bekerja di hutan mangrove,
Tidak sampai itu saja Elly beserta warga lainnya langsung meninjau lokasi hutan tanaman mangrove dan melihat secara langsung ratusan ponton mungil terhampar di pesisir milik masyarakat desa Penagan satu persatu masyarakat sekitaran menghampiri saya,dihadapan ratusan warga secara spontan warga menjelaskan tidak bekerja di hutan tanaman mangrove apalagi merusak dan kami tidak bekerja dikawasan hutan lindung maupun hutan mangrove.
Disampaikan bahwa kedatangannya merupakan silaturahmi serta menanyakan secara langsung mengenai apa yang telah terjadi terhadap warga sebelumnnya, diketahui 3 orang warga penambang asal desa penagan diamankan Polairud Polda Kepulauan bangka belitung, untuk dimintai keterangan hingga dijadikan tersangka.
Elly Robuin beserta ratusan warga mendengarkan ratusan suara masyarakat berkeinginan untuk menambang di tanah laut desa mereka, salah satu warga .. . Menyebutkan ibu tolong sampaikan kepada PJ Gubernur suara kami ini atas nama masyarakat desa penagan meminta agar penambangan yang kami lakukan ini diberikan kebijaksanaan, kami mau bekerja untuk menghidupi keluarga kami,anak kami butuh biaya untuk sekolah, kami tidak mau mengemis dan kami tidak butuh belas kasihan, yang kami butuhkan saat ini suatu pekerjaan yang telah kami lakukan,.
Tidak hanya itu saja., …. selaku nelayan mengatakan saya juga nelayan saat ini menjadi penambang tentunya saya punya alasan di saat musim angin selatan saat ini, kami tidak melaut karena angin kencang hingga kami dan kawan lainnya selaku nelayan saat ini menambang di wilayah desa kami sendiri., dan yang manambang pun warga Penagan,,,
Terlepas dari suara nelayan ” tono yang sebelumnnya merupakan pekebun menyampaikan keluhan ini kepada ibu elly agar dapat disampaikan ke publik bahwa kenapa kami sebagai warga masyarakat desa Penagan yang ingin berusaha dengan menambang tapi malah dituduh dan di fitnah merusak mangrove dan bekerja di kawasan konservasi, saya tau persis ini bukan wilayah konservasi dan kami tidak merusak hutan mangrove.
Pernyataan dari para masyarakat desa Penagan secara serempak, Dan kami masyarakat atau warga desa Penagan tidak pernah menjual kartu keluarga kami kepada masyarakat luar desa Penagan,,,itulah pernyataan masyarakat desa Penagan secara beramai ramai menyemarakkan suara mereka.
Para masyarakat desa Penagan sangat sedih dan simpati kepada ibu Elly sebagai ketua kelompok kerja mangrove daerah kepulauan Bangka Belitung dengan adanya pemberitaan bahwa mereka bekerja di kawasan hutan mangrove desa Penagan,, Mereka siap di hukum jika mereka bekerja di kawasan mangrove,mereka hanya parkir dan berlindung agar ponton mereka terlindung dari cuaca buruk. (FTY)






