Surabaya, BeritaTKP.com – Kelangkaan pupuk dan harga gabah yang mulai anjlok saat panen raya hingga hama dialami oleh sejumlah petani di Jawa Timur. Hal ini disampaikan oleh wakil ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad setelah menemui beberapa petani yang berada di kawasan Tambaksari Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Ada sekitar 30 hektar yang mengalami gagal panen dari ketiga kelompok tani (poktan) yang mengelola sawah seluas 110 hektar.
Sadad yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jatim menyampaikan, petani juga mengaku was-was ancaman gagal panen.
Wakil ketua DPRD Jatim, Anwar Sadad datangi petani di Pasuruan.
Menanggapi hal ini, Sadad mendorong segera diatasi oleh Pemprov Jatim. Lepas dari apapun penyebab gagal panen yang terindikasi di beberapa titik di kabupaten atau kota, pemprov harus turun tangan.
“Banyak persoalan klasik yang selalu terulang dari tahun ke tahun, misalnya kelangkaan pupuk, harga gabah yang anjlok saat panen raya dan hama,” jelasnya.
Mengantisipasi kondisi yang ada, Pemprov Jatim harus segera melakukan langkah antisipatif untuk melindungi pertanian di Jawa Timur.
Ketua Poktan Tambaksari, Kraton H. Abdullah tidak seragamnya waktu tanam dari petani menjadi salah satu penyebab gagal panen.
“Petani yang mulai menanam bulan Mei tidak mengalami kendala, tapi yang mulai tanam di bulan April sebagian besar gagal,” kata H Abdullah.
Pria enam puluh tahun ini juga menegaskan faktor kegagalan panen, diperkirakan juga karena cuaca yang tidak menentu dan belum memungkinkan. Apalagi, Pemprov mempercepat masa tanam di bulan April lalu.
Senada, Mat Basa anggota kelompok tani mengaku mengalami gagal panen, membuat dirinya merugi. Hasil penjualan gabah disebut hanya sekitar 60 persen dari modal yang dikeluarkan. (Din/RED)





