SUKABUMI, BeritaTKP.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari menyusul insiden kebakaran hebat yang meluluhlantakkan puluhan rumah adat di Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Status tanggap darurat ini diberlakukan mulai 25 hingga 31 Juli 2026 berdasarkan Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 300.2.1/Kep.633-BPBD/2026. Peristiwa nahas yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026) tersebut menghanguskan total 51 rumah adat serta berdampak pada 178 jiwa dari 66 kepala keluarga (KK).
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan bahwa penetapan status ini diambil untuk mempercepat langkah-langkah penanganan korban serta pemulihan di lokasi terdampak secara cepat, tepat, dan terpadu.
“Perlu dilakukan upaya-upaya penanganan keadaan darurat yang bersifat cepat, tepat, dan terpadu sesuai standar prosedur pada masa tanggap darurat,” tegas Asep Japar.
Fokus Pemenuhan Kebutuhan Dasar dan Dapur Umum Selama masa tanggap darurat, komando penanganan dipimpin langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dengan memprioritaskan evakuasi, distribusi logistik, serta pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyatakan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan pasokan pangan, air bersih, serta layanan darurat bagi warga pengungsi tercukupi dengan baik.
“Sekarang menetapkan dulu kebutuhan dasar mereka untuk makan, minum, air bersih, dan sebagainya,” ujar Ade Suryaman, Minggu (26/7/2026). Ia menambahkan bahwa dapur umum telah dioperasikan di lokasi pengungsian, dan pemkab akan mengkaji opsi perpanjangan masa tanggap darurat apabila penanganan warga belum sepenuhnya tuntas.
Pemprov Jabar Siap Danai Rekonstruksi Terkait pemulihan kawasan permukiman adat yang ludes terbakar, Pemkab Sukabumi menyambut baik komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan kesiapannya untuk menggelontorkan dana guna membangun kembali rumah-rumah adat Ciptamulya yang musnah.
Dukungan tersebut dinilai sangat krusial mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah kabupaten.
“Alhamdulillah, dengan kondisi keuangan Pemda yang kurang, ada bantuan dari Pemprov. Kami sangat bersyukur,” pungkas Ade.(æ/red)





