Ngawi, BeritaTKP.com – Pria tanpa identitas yang diduga bunuh diri di perlintasan kereta api (KA) di Dusun Melikan, Desa Tempuran, Paron, Ngawi ternyata adalah suami dari seorang wanita Pegawai Harian Lepas (PHL) Samsat Ngawi yang ditemukan tewas dengan luka tusuk di warung dawet.

“Kita masih lakukan penyelidikan, pria yang tewas tertabrak KA ada hubungannya dengan wanita pegawai Samsat Ngawi yang meninggal. Dia istri dari Tanti,” terang Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya, Rabu (29/12/2021).
Pria yang menabrakkan diri ke KA bernama Teguh Wibowo, saat ini jenazahnya masih berada di RSUD dr Soeroto Ngawi. Korban meninggalkan sepeda motor di sekitar lokasi. Kebetulan terdapat warga yang mengenalinya.
“Kita temukan sepeda motor di sekitar lokasi, dimana sebagian warga ada yang mengenalnya. Kita tetap pakai dugaan karena masih proses penyelidikan,” pungkas Winaya.
Saat ditanya apakah korban tertabrak KA adalah pelaku pembunuhan Tanti, Winaya mengaku kasus masih dalam penyelidikan. “Yang jelas Korban Tanti berstatus istri dengan TW ini. Kita masih penyelidikan mohon doanya segera terungkap,” ungkapnya.
Kasus ini berawal saat jenazah Tanti Rachmawati yang ditemukan tewas dengan luka tusuk di sebuah warung dawet di Ngawi. Tanti diduga menjadi korban pembunuhan karena ditemukan luka pada bagian kepala dan tangannya. Kepala korban diduga dipukul menggunakan benda tumpul sementara tangannya mengalami luka tusuk.
Delapan jam kemudian ditemukan jenazah Teguh Wibowo yang diduga bunuh diri dengan menabrakkan diri ke KA yang melintas di Dusun Melikan, Desa Tempuran, Paron, Ngawi. Di sekitar lokasi ditemukan sepeda motor Honda Grand nopol AE 4842 LV yang merupakan milik dari Teguh. (k/red)





