KARO, BeritaTKP.com — Polisi mengungkap rangkaian kejadian sebelum Wakil Rektor IT&B Karo, Asprina Br Surbakti (38), ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kompleks J-Kesain, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo.

Dalam penyelidikan, polisi mengamankan dua pria yang diduga terlibat, yakni ABRS (25) dan MRS (37). Polisi menyebut keduanya pernah bekerja dalam proyek perumahan milik korban sehingga mengetahui kondisi rumah dan aktivitas korban.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumut Kompol Jama Kita Purba mengatakan, penyidik menduga aksi tersebut bermula dari rencana pencurian yang kemudian berujung pada kematian korban.

Berawal dari Rencana Pencurian

Menurut keterangan polisi, kedua terduga pelaku berangkat dari sebuah warnet di wilayah Deli Serdang pada 24 September 2026 sekitar pukul 16.00 WIB.

Mereka kemudian menuju Berastagi menggunakan bus dan tiba sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah itu, keduanya disebut menunggu di sekitar masjid yang berada di dekat rumah sakit.

Pada dini hari, kedua terduga pelaku masuk ke kompleks perumahan melalui bagian belakang bangunan yang belum selesai. Polisi menyebut mereka kemudian bersembunyi hingga kondisi dianggap memungkinkan untuk masuk ke rumah korban.

Korban Mengetahui Keberadaan Pelaku

Sekitar pukul 08.00 WIB, korban bangun dan disebut mengetahui keberadaan salah satu pelaku.

Polisi mengatakan korban sempat berteriak dan berusaha menyelamatkan diri. Namun, terjadi kekerasan yang kemudian menyebabkan korban meninggal dunia.

Setelah itu, kedua terduga pelaku disebut memindahkan korban ke kamar mandi. Mereka kemudian membersihkan bagian rumah yang terdampak dan mencari barang berharga milik korban.

Polisi menyebut sejumlah barang, termasuk uang dan perhiasan, diduga diambil.

Mobil Korban Turut Dibawa

Setelah situasi dinilai sepi, kedua terduga pelaku disebut meninggalkan rumah menggunakan mobil milik korban, Mitsubishi XForce putih dengan nomor polisi BK 1326 SAD.

Mobil tersebut kemudian dibawa menuju wilayah Deli Serdang dan ditinggalkan di sebuah SPBU di kawasan Medan.

Polisi juga menyebut kedua terduga pelaku kemudian membeli sejumlah pakaian dan telepon seluler.

Keluarga Mulai Mencari Korban

Pada 26 September 2026 sekitar pukul 19.30 WIB, rekan kerja korban mulai mempertanyakan keberadaannya karena korban tidak merespons pesan WhatsApp.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada keluarga. Kakak korban bersama anggota keluarga mendatangi rumahnya.

Saat itu, rumah dalam keadaan terkunci dan mobil korban juga tidak berada di garasi. Keluarga sempat mencari korban ke kampus IT&B Kabanjahe, tetapi tidak menemukan keberadaannya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, keluarga kembali ke rumah korban dengan meminta bantuan satpam perumahan dan kepala dusun untuk membuka pintu.

Setelah rumah dapat dimasuki, keluarga bersama saksi melakukan pencarian dan menemukan korban di kamar mandi dalam kondisi sudah tidak bergerak.

Korban kemudian dinyatakan telah meninggal dunia dan kejadian tersebut dilaporkan kepada Polsek Berastagi.

Dua Terduga Pelaku Ditangkap

Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan hingga mengarah kepada ABRS dan MRS.

Keduanya ditangkap pada 28 September 2026 sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Manunggal 4, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Mobil milik korban juga ditemukan bersama mereka.

Menurut polisi, dari pemeriksaan awal, kedua pria tersebut mengakui keterlibatan dalam pencurian yang kemudian berujung pada kekerasan terhadap korban.

Polisi selanjutnya melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti lain, termasuk pakaian yang disebut digunakan saat kejadian.

Dalam proses pengembangan tersebut, polisi menyebut kedua terduga pelaku melakukan perlawanan terhadap petugas. Polisi kemudian mengambil tindakan sesuai prosedur.

Penyidikan Masih Berlanjut

Polisi masih mendalami seluruh rangkaian perkara, termasuk motif, peran masing-masing terduga pelaku, serta barang-barang milik korban yang diduga hilang.

Kedua pria tersebut kini menjalani proses hukum dan penyidik masih melengkapi pemeriksaan serta barang bukti terkait kasus dugaan perampokan yang berujung pada kematian Wakil Rektor IT&B Karo tersebut.(æ/red)