Surabaya, BeritaTKP.com – Pengakuan seorang wanita bernama Ida Susanti viral di media sosial. Wanita asal Kota Surabaya tersebut mengaku tertipu bahwa suaminya ternyata seorang perempuan. Mirisnya, Ida telah bersama suaminya itu sejak tahun 2000 silam.

Ida Susanti mengaku baru mengetahui jika sang suami merupakan seorang perempuan saat keduanya telah resmi menikah. Namun kala itu, Ida tak dapat berbuat apa-apa lantaran dirinya mendapatkan ancaman dari sang suami yang tak lain bernama Nardhinata Marsioni Suhaimi. Bahkan Ida Susanti mengaku kerap mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya itu.

Kisah ini berawal saat Ida bertemu dengan suaminya yang mengaku sebagai seorang laki-laki. Keduanya berkenalan melalui SMS pada bulan Juni tahun 2000. Lalu pada 26 Juni 2000, sang suami bersama dengan kakaknya datang menjemput dirinya untuk makan di restoran. Ia memperlihatkan KTP dan akta kelahiran miliknya yang dirasa tak ada kejanggalan.

Tiga pekan usai pertemuan, sang suami mendatangi kakak Ida untuk melamar. Lamaran ini diterima hingga pada akhir Juli, diadakan pesta tukar cincin di Surabaya. Pada 30 Juli, mereka berangkat ke Jakarta dengan niat bulan madu. Ida juga ditemani sang kakak karena akan melakukan pendantanganan surat nikah yang dikeluarkan oleh catatan sipil Jakarta.

Keesokan harinya, Ida dan suami mulai melakukan perjalanan bulan madu ke tiga negara berbeda. Di negara pertama, Bangkok, suami baru mengaku jika ia tidak butuh istri dan hanya butuh pendamping yang bisa menemaninya ke mana-mana. Lalu ia mengaku bahwa ia adalah seorang perempuan.

Mendengar pengakuan itu, Ida pun terkejut dan menangis. Lalu mereka bertengkar hebat sampai Ida dipukul dan diancam akan dibunuh. Bahkan, sang suami meminta Ida untuk mengurus abu orang tua serta 3 anak angkatnya.

Setelah 3 bulan menikah, Ida dibelikan rumah dan membuka usaha toko spare part mobil Eropa. Namun, beberapa bulan kemudian, datang seorang perempuan yang mengaku istri dari suaminya. Wanita yang tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur itu merampas mobil-mobil, baju suaminya.

Hingga akhirnya, Ida memutuskan untuk menyudahi dan menuntut hal keadilan atas penipuan dan kekerasan fisik yang dilakukan suaminya ke Polda Jatim pada tahun 2002. Laporan itu dibuat sebab ia selalu diteror an diancam akan dibunuh. Namun, disaat bersamaan, suaminya melaporkan sertifikat rumah yang ia tinggali menghilang dan rumah tersebut telah dijual ke keponakannya.

laporan Ida semakin hari tak kunjung ada perkembangan. Ida pun tersadar jika dirinya akan susah melawan sang suami. Pasalnya, Ida menyebut jika suaminya yang berjenis kelamin perempuan itu merupakan adik dari seorang konglomerat ternama, Jusuf Hamka.

“Aku tahu siapa lawanku, karena suamiku juga sudah bilang, kalau saya tidak bisa melaporkan karena dia adiknya Baba Alun (Jusuf Hamka) waktu itu tahun 2000 kan saya nggak tahu, ternyata Jusuf Hamka. Saya tidak takut, karena memang benar dia adiknya. Tapi saya akui, Bapak Jusuf Hamka tidak ada hubungannya dengan adiknya, dia cuma kakak,” ungkap Ida Susanti, dilansir dari detikJatim.

Saat ditanya kembali mengenai keyakinannya terhadap sosok Nardhinata, Ida Susanti kembali menegaskan bahwa suaminya itu lah yang mengungkapkan sendiri bahwa ia adik dari Jusuf Hamka. “Nara sendiri yang ngomong. Pokoknya bener di BAP ada dan mengakui kalau Jusuf kakaknya kandung,” tegasnya.

Ida Susanti menyebut Nardhianta merupakan adik bungsu dati Jusuf Hamka. Namun ia mengaku belum pernah bertemu secara langsung dengan Jusuf Hamka sejak pertama kali menikah. “Kakak kandung, dia adiknya paling kecil. Selama pernikahan nggak pernah ketemu,” pungkasnya. (Din/RED)