PEKALONGAN, BeritaTKP.com — Video seorang pengendara mobil berseragam aparatur sipil negara (ASN) menerobos ruas jalan yang sedang dalam proses pengecoran viral di media sosial.
Dalam video tersebut, pengemudi mobil terlihat melewati akses jalan yang masih ditutup karena permukaan cor belum mengering. Pengemudi juga tampak membuka palang yang dipasang untuk membatasi kendaraan.
Peristiwa itu terjadi di wilayah Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.
Jalan Baru Dicor
Warga setempat mengatakan ruas jalan tersebut baru saja dicor pada malam sebelumnya. Kondisi jalan kemudian membuat arus kendaraan tersendat karena akses yang bisa digunakan warga menjadi terbatas.
Wigati (89), warga sekitar, mengatakan kejadian berlangsung pada pagi hari ketika terjadi kepadatan kendaraan.
Menurutnya, pengemudi mobil tersebut diduga tidak ingin menunggu dan memilih melewati ruas jalan yang sedang dikerjakan.
“Itu tadi pagi, orang-orangnya nggak sabar. Pengin cepat-cepat, mau berangkat kerja. Jalannya macet. Termasuk yang mobil putih itu,” ujar Wigati.
Bekas lintasan kendaraan disebut sempat terlihat pada permukaan jalan yang baru dicor.
Warga mengatakan bagian jalan yang terdampak kemudian kembali diperbaiki oleh pekerja. Setelah itu, area tersebut ditutup kembali dengan material untuk melanjutkan pekerjaan pengecoran.
Plt Bupati Pekalongan Telusuri Identitas Pengemudi
Plt Bupati Pekalongan Sukirman mengatakan pihaknya tengah mengecek informasi mengenai pengemudi dalam video tersebut.
Ia menyebut ada informasi yang menyatakan pria berseragam ASN tersebut merupakan pegawai Pemerintah Kota Pekalongan. Namun, identitas dan instansinya masih dalam proses pengecekan.
“Saya lagi ngecek, tapi kabar rumor-rumornya itu ASN dari Kota Pekalongan,” kata Sukirman.
Sukirman menyayangkan apabila benar pengemudi tersebut menerobos jalan yang masih dalam pengerjaan.
Ia berharap pihak yang bersangkutan dapat melakukan introspeksi dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat apabila tindakan tersebut terbukti dilakukan.
“Saya berharap yang bersangkutan untuk introspeksi, lalu kemudian boleh dikatakan meminta maaf kepada masyarakat,” ujarnya.
Sukirman juga berharap persoalan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekalongan apabila pengemudi benar merupakan ASN di lingkungan Pemkot Pekalongan.
Hingga informasi tersebut disampaikan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai identitas pengemudi maupun tindakan kepegawaian yang akan dilakukan.(æ/red)





