Tangkapan layar video klarifikasi yang diunggah oleh akun anak owner Jelita Cosmetic @michellecalencialie.

Surabaya, BeritaTKP.com – Setelah Toko Jelita Cosmetic Surabaya viral di media sosial Tiktok lantaran dugaan eksploitasi tenaga kerja yang dilakukan oleh pengelola toko terhadap para karyawannya dan juga SGP brand kosmetik, membuat owner toko Jelita Cosmetic akhirnya muncul di media melakukan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada semua pihak yang dirugikan.

Diunggah dalam akun @michellecalencialie, pada Kamis (27/7/2023), owner Jelita Cosmetic Surbaya mengunggah video berdurasi 2 menit 30 detik pada akun Tiktok pribadinya. “Sekali lagi saya minta maaf atas nama Jelita Cosmetic Surabaya dikarenakan hal tersebut tidak dapat dibenarkan dan saya juga menyayangkan dan tidak membenarkan hal tersebut,” ungkap owner Jelita Cosmetic Surabaya.

Dalam video itu, dia juga meminta maaf kepada seluruh pihak atas segala kelalaian dan kesalatan di toko Jelita Cosmetic Surabaya. Terutama pada bagian system ketenagakerjaan. Khususnya kepada para SPG, PA, dan tim yang pernah bekerja di sana.

Michelle sendiri merupakan anak dari owner Jelita Cosmetic Surabaya. Namun, dia mengakui juga sebagai owner Jelita Cosmetic Jogjakarta. “untuk Jelita Cosemtic memang kita menggunakan satu nama, beda untuk SOP, beda untuk peraturan, beda tim, beda gudang, dab beda untuk produk barang yang dijual,” tambah Michelle dalam video yang diunggah olehnya tersebut.

Dia sangat menyayangkan dan kecewa keapda kepala toko yang tidak bertanggung jawab terhadap karyawan dan SPG. Michelle juga menambahkan, bahwa oknum tersebut telah diberi sanksi dan tidak memperpanjang kontrak kerja. Untuk saat ini, kedua pihak yang telah membuat surat perjanjian bermeterai yang ditandatangani pemilik toko dan karyawan agar sama-sama menguntungkan.

Diberitakan sebelumnya, Toko cosmetic Jelita yang beralamat di Jalan Pengampon No.29, Kota Surabaya, dikabarkan menuai kecaman dari sejumlah warga. Usut punya usut, toko kosmetik yang pernah menjadi langganan nomer 1 warga Surabaya tersebut tersandung kasus eksploitasi tenaga kerja.

Toko cosmetic Jelita tersebut diketahui sempat didemo oleh sejumlah anggota FSPMI bersama dengan Partai Buruh Surabaya, dengan ditonton oleh banyak warga sekitar. Suasana demo tersebut diabadikan dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Tiktok @mayn***.

Dalam video tersebut Video yang mendapatkan jumlah likes sebanyak 92,1k tersebut mendapatkan ratusan komentar dari warganet. Tak jarang para warganet menyayangkan tindakan eskploitasi tenaga kerja yang dilakukan oleh pengelola Toko Jelita. Bahkan, beberapa dari warganet yang merupakan mantan karyawan Toko Jelita juga membenarkan sanggahan tersebut.

“aku pernah penempatan 3th disana, istirahat Cuma makan doang paling lama 15menit itupun kita harus gentian, pulang tidak pernah on time 8 jam kerja” ujar akun tiktok sin******. (Din/RED)