
Surabaya, BeritaTKP.com – Toko kosmetik Jelita yang beralamat di Jalan Pengampon No.29, Kota Surabaya, akhir-akhir ini terpantau selalu tutup. Usut punya usut, toko kosmetik yang pernah menjadi langganan nomer 1 warga Surabaya tersebut tersandung kasus eksploitasi tenaga kerja.
Berdasarkan video singkat yang diunggah dalam akun tiktok @abdmu****, Toko Jelita cabang Surabaya tersebut sempat didemo oleh sejumlah anggota FSPMI bersama dengan Partai Buruh Surabaya, dengan ditonton oleh banyak warga sekitar. “Perbudakan modern harus kita basmi sebelum mengakar dan menimbulkan banyak korban oleh #jelitacosmetic,” tertulis caption dalam video unggahan @abdmu****.
Sejumlah akun tiktok lain juga turut mengabadikan momen demo yang digelar pada Selasa (25/7/2023) lalu. Seperti video lain yang terunggah dalam akun Tiktok @mayn***. Dalam video tersebut, pemilik akun menyertakan sejumlah kesepatakan bersama pemilik Toko Jelita dalam kalimat captionnya, yang terdiri dari:
- Ada jam istirahat dari 8 jam kerja 1 jam istirahat bagi pekerja.
- Menghapus adanya pemberlakukan atas segala denda yang selama ini diberlakukan kepada Pekerja yang notabene bukan Pekerja Toko Jelita.
- Mengembalikan seluruh denda yang diberlakukan sebelumnya kepada Pekerja yang ditempatkan di Toko Jelita
- Memberlakukan adanya waktu untuk melakukan ibadah bagi pekerja yang ada dan ditempatkan di Toko Jelita.
Video yang mendapatkan jumlah likes sebanyak 92,1k tersebut mendapatkan ratusan komentar dari warganet. Tak jarang para warganet menyayangkan tindakan eskploitasi tenaga kerja yang dilakukan oleh pengelola Toko Jelita. Bahkan, beberapa dari warganet yang merupakan mantan karyawan Toko Jelita juga membenarkan sanggahan tersebut.
“aku pernah penempatan 3th disana, istirahat Cuma makan doang paling lama 15menit itupun kita harus gentian, pulang tidak pernah on time 8 jam kerja” ujar akun tiktok sin******.
“gak cuman itu kak, ba suruh ngepel, nyapu, buang sampah, sampai ngosek WC…duhh klog ingat itu sedih rasane..” balas akun @lieszti******** disertai emoticon sedih. (Din/RED)





