SIMALUNGUN, BeritaTKP.com – Nasib malang menimpa seorang anak perempuan berusia 4 tahun berinisial JCS di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Korban tewas seketika setelah tertimpa tumpukan kayu broti yang jatuh dari mobil pikap pengangkut bahan bangunan di jalan desa Dusun Panombean, Nagori Bah Sampuran, Kecamatan Jorlang Hataran, Senin (3/8/2026).
Insiden tragis ini bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika korban sedang berjalan kaki bersama sang nenek, Erlina Siallagan (69), menuju ke arah lokasi perkuburan umum setempat.
Di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan satu unit mobil pikap Mitsubishi L300 hitam bernomor polisi BK-8479-TV yang sedang berhenti. Kendaraan bak terbuka tersebut tengah menurunkan muatan bahan bangunan berupa besi, papan, triplek, dan semen.
Nahas, saat korban berada tepat di samping kendaraan, satu ikat kayu broti ukuran 2×2 sebanyak empat batang tiba-tiba meluncur jatuh dari atas tumpukan bak pikap dan langsung menghantam kepala korban.
Mendapati cucunya tersungkur akibat hantaman benda tumpul tersebut, sang nenek langsung histeris menjerit meminta pertolongan warga sekitar.
“Melihat kejadian tersebut opung dari korban langsung menjerit,” tulis laporan kepolisian mengenai detik-detik mencekam di lokasi kejadian. Warga yang mendengar teriakan tersebut berdatangan untuk memberikan pertolongan darurat.
Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Tentara di Kota Pematangsiantar untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Namun sayang, luka parah di bagian kepala membuat nyawa balita tersebut tidak berhasil diselamatkan.
Mendapat laporan insiden maut tersebut, Tim Inafis bersama Kanit Jatanras Polres Simalungun dan jajaran Polsek Jorlang Hataran langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil pikap, kunci kendaraan, serta empat batang kayu broti yang menimpa korban.
Selain itu, awak kendaraan yang terdiri dari sopir bernama Bobby Ardiansyah dan kernet bernama Hendro Supriadi turut diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut.
Keluarga Tolak Autopsi Hingga saat ini, pihak keluarga korban—termasuk ayah korban, Gom-gom Sahat Maruli Tua Sinaga—belum membuat laporan resmi kepolisian. Keluarga juga menyatakan menolak dilakukannya autopsi atau visum terhadap jenazah korban dan memilih menyelesaikan musibah ini melalui jalur kekeluargaan (musyawarah). Kendati demikian, situasi di lokasi kejadian dilaporkan tetap aman dan kondusif.(æ/red)





