SURABAYA: BERITA- TKP. COM – Team insiator penggerak kapal KM Dharma Rucitra Vll dari Surabaya, bersama rombongan mengantar kapal ke Maumere sama sekali tidak dihargai oleh pemda setempat yakni Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Hal itu dibuktikan ketika acara penyambutan kedatangan KM Dharma Rucitra Vll di pelabuhan Lorens Say Maumere.
Salah satu rombongan inisiator dari Surabaya Emanuel Plaituka S.sos, mengatakan ia bersama teamnya kecewa sekali terhadap sikap pemda Sikka terlebihnya Bupati yang menganggap bahwa itu murni perjuangan mereka tanpa ada campur tangan dari pihak manapun.
Sehingga pada waktu acara penyambutan terlihat jelas hanya crew kapal yang disambut sedangkan kami tidak di hiraukan bahkan di- dorong oleh rombongan dari pemda Sikka sebenarnya yang disambut itu rombongan insiator, kenapa ini jadinya crew kapal Nah crew kapal itu tugas dan kewajibannya mengoperasikan kapal yang dipikirkan pemda Sikka itu siapa dibalik ini sehingga kapal bisa beroperasi lagi tegas Emanuel Plaituka, Kamis-13/01/2022.
“Lanjut Eman masyarakat perlu tahu bahwa kehadiran KM Dharma Rucitra Vll diKabupaten Sikka bukan hasil murni negosiasi pemda, “dalam hal ini bupati, tetapi ada campur tangan dari inisiator yakni, Hariyadi Nugroho SE, Emanuel Plaituka S.sos , C Medicon SE. MM. Jhon Aristone SE. dan
A Hermas Thon M.Si. sehingga KM Dharma Rucitra Vll bisa berlabuh lagi di pelabuhan Lorens Say Maumere.
“Kita menjaga jangan sampai hal ini dimanfaatkan sebagai kepentingan politik bupati Sikka pastinya masyarakat menilai ini adalah perjuangan bupati, dia boleh dua periode, tapi jangan manfaatkan hal ini sebagai momentum politik periode berikut ujar, Emanuel Plaituka. tutupnya(fdy).






