ilustrasi

Kupang, BeritaTKP.com – Kasus penganiayaan berat yang berujung pada hilangnya nyawa terjadi di Jalan Timor Raya Kilometer 45, wilayah Kelurahan Camplong I, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang kepala keluarga bernama Marvel Jesrony Melky Mbau (45) tewas setelah menjadi korban teror pelemparan batu oleh orang tidak dikenal (OTK).

Detik-Detik Mencekam: Maut Menjemput di Tengah Perjalanan

Insiden tragis ini bermula ketika korban bersama sang istri, Doly Maa, dan anak angkat mereka yang berusia empat tahun sedang mengendarai mobil pikap. Mereka berniat menuju pasar Takari, Kabupaten Kupang.

Namun nahas, saat melintas di lokasi kejadian, sebuah lemparan batu datang secara tiba-tiba dari arah sebelah kanan jalan. Mengingat kaca jendela mobil korban saat itu dalam keadaan terbuka, bongkahan batu sebesar genggaman tangan orang dewasa tersebut langsung menghantam keras kepala bagian kanan korban.

Meski dalam kondisi kesakitan dan bersimbah darah, korban sempat menunjukkan refleks heroik dengan meminggirkan kendaraannya ke sisi jalan agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas. Sesaat setelah mobil berhenti, korban langsung tak sadarkan diri dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.

Perjuangan Mencari Pertolongan Medis

Korban sempat dilarikan ke RSUD Naibonat menggunakan mobil patroli kepolisian. Namun, karena kondisinya yang terus memburuk secara drastis, pihak keluarga memutuskan untuk merujuknya ke RSUD Prof. Dr. W. Z. Yohanes Kupang.

Sayangnya, penanganan medis lanjutan berupa operasi harus tertunda lantaran ruang perawatan penuh. Saat keluarga berupaya mencari dan menunggu ketersediaan ruangan di fasilitas kesehatan lain, takdir berkata lain. Korban akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 11.40 WITA.

Penyelidikan dan Tuntututan Keadilan

Pihak keluarga yang berduka telah secara resmi melaporkan insiden keji ini ke Polsek Fatuleu dengan nomor laporan LP/B/13/VI/2026/SPKT/Polsek Fatuleu/Polda NTT. Aparat kepolisian juga telah mengamankan sejumlah barang bukti penting dari tempat kejadian perkara (TKP), yang meliputi:

  • Bongkahan batu kali yang digunakan pelaku.
  • Pakaian yang dikenakan oleh korban saat insiden terjadi.

Kapolsek Fatuleu, Iptu Markus Tameno, mengungkapkan bahwa pihaknya hingga saat ini masih terus tancap gas melakukan penyelidikan intensif guna mengidentifikasi pelaku serta menggali motif di balik teror lemparan batu tersebut. Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan ekstra apabila harus melintas di jalur-jalur sepi, terutama pada waktu dini hari.

Keluarga korban mendesak agar aparat penegak hukum dapat bekerja cepat mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku. 

“Saya minta polisi segera ungkap pelaku pelemparan,” tegas istri korban, Doly Maa, dengan penuh harap.(æ/red)