Jember, BeritaTKP.Com – Kejadian misteri meninggalnya seorang perempuan di rumah kos Dusun Bedok, Desa Tempeh Lor, Tempeh, Rabu (21/7) lalu, mulai terkuak. Berdasarkan hasil otopsi terbaru RSUD dr Haryoto, korban diduga telah menjalani aborsi hingga menyebabkan pendarahan hebat.

Petugas saat melakukan identifikasi penemuan jenazah perempuan di rumah kos.

Sebelumnya, perempuan yang berasal dari Desa Sukosari, Kunir, tersebut pertama kali ditemukan oleh suami sirinya telah meninggal di kamar kosnya. Dugaan awal, korban bunuh diri. Sebab, ditemukan  ada sayatan nadi di tangan kirinya. Dia menemukan istri sirinya tersebut saat pulang setelah menerima pesan istrinya mengalami sakit dan lemas.

Tim identifikasi Polres Lumajang langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mereka melakukan pemeriksaan visum luar. Namun, tim tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban. Oleh sebab itu, dugaan awal kematian tersebut adalah bunuh diri. Akan tetapi, berdasarkan hasil otopsi pihak medis, ditemukan adanya indikasi pendarahan hebat akibat aborsi yang dilakukan korban.

Kapolsek Tempeh Iptu Lugito membenarkan hal tersebut. Sebab, perempuan tersebut tengah hamil dan aborsi. “Kami mendapat informasi terbaru dari pihak medis yang melakukan otopsi. Diduga usai menjalani aborsi. Sehingga korban mengalami pendarahan cukup parah,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian perempuan tersebut akibat bunuh diri atau pendarahan yang tidak kunjung mendapatkan penanganan. Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Kami masih dalam penyelidikan lagi,” ujarnya. (Red)