SUKABUMI, BeritaTKP.com – Seorang pelajar SMK Yapis Bogor bernama Fajar Maulana ,16, tewas diduga karena terlibat aksi tawuran dengan pelajar lain di Sukabumi. Korban mengalami luka bacok di bagian punggu hingga tembus ke paru-paru korban.
Kabar itu dibenarkan oleh kakak korban, Faizal. Dia sempat melihat sang adik nongkrong bersama sejumlah temannya. Setelah itu, Faizal berangkat kerja hingga kemudian mendapatkan kabar bahwa adiknya masuk ke rumah sakit.
“Sekitar jam 14.00 wib, nongkrong di warung bersama teman,temannya di warung. Sekitar jam 15.00 wib saya berangkat kerja, selang 30 menit saya dapat kabar dari RS Medicare bahwa adik saya masuk rumah sakit. Saya ke sana, ternyata adik saya sudah meninggal dunia,” kata Faizal, Jumat (19/11/2021).
Faizal mengaku belum mendapat kabar soal penyebab pasti kematian adiknya. Namun ia menduga adiknya terlibat aksi tawuran dengan pelajar lain.
“Informasinya terlibat tawuran dengan pelajar SMK asal Bogor juga. Pihak medis mengatakan adik saya mengalami luka bacokan, katanya kena celurit dari punggung tembus sampai kena ke paru-parunya. Permintaan kepolisian minta untuk dilakukan proses autopsi, sekarang dibawa ke RSUD Sekarwangi,” tutur Faizal.
Dia berharap pihak polisi mengungkap kejadian yang menimpa adiknya. “Kami sudah menyerahkan semuanya kepada pihak kepolisian, harapan kami kasus ini bisa segera terungkap,” kata Faizal.
Kasat Reskrim AKP Rizka Fadhila membenarkan kejadian tersebut. Namun, menurutnya, apakah korban terlibat tawuran atau tidak, pihaknya masih menyelidiki.
“Benar ada korban terluka yang mengakibatkan meninggal dunia,”kata Rizka.
Video bentrok antarpelajar membawa senjata tajam viral di aplikasi perpesanan. Video itu diduga memiliki keterkaitan dengan tewasnya Fajar Maulana, Pelaja dari SMK Yapis Bogor.
“Masih kami lakukan klarifikasi keterkaitan antara korban dengan video yang beredar. Masih dilakukan proses penyelidikan intensif oleh jajaran Polres dan Polsek,” kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Rizka Fadhila.
Sejumlah saksi mata di lokasi juga membenarkan video itu adalah tawuran pelajar yang berlokasi di Bangkongreang, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Sukabumi pada Jumat sore tadi, sekitar pukul 15.00 WIB. “Dua kelompok pelajar lebih dari 10 orang berhadap-hadapan dan membawa berbagai senjata tajam. Corbek (celurit berleher panjang), gergaji sampai besi. Mereka sempat berlarian di jalan protokol Sukabumi-Bogor,” kata salah satu warga saat di lokasi kejadian.
Ada dua video berdurasi 29 detik dan 20 detik yang menampilkan aksi tawuran dua kelompok pelajar. Berdasarkan video itu terlihat lokasi tawurannya berada di tempat yang sama.
“Warga enggak berani membubarkan karena mereka sabet-sabetin senjata tajam begitu. Ada yang jatuh lalu diserang pakai senjata tajam, lihat ada yang kena serangan. Mereka bubar sendiri,” tutur warga itu. (RED)






