Mojokerto, BeritaTKP.com – Seorang bocah bernama Ahmad Rofi’i Firdaus (13) di Dusun Ngingas, Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, dikabarkan meninggal dunia gara-gara tersengat kabel listrik saat dirinya hendak menangkap ikan di saluan air sepulang mengaji, pada Sabtu (25/2/2023) petang lalu.

Kronologinya, sekitar pukul 16.30 WIB, korban bersama dua temannya sedang berjalan kaki hendka pulang dari musala setempat. Mereka baru saja belajar mengaji rutin. Di tengah perjalanan, pelajar 13 tahun ini tiba-tiba masuk ke saluran air. ”Korban melihat ikan dan mau menangkapnya,” ujar Kasi Humas Polres Mojokerto Iptu Tri Hidayati, Minggu (26/2/2023) kemarin.

Ketika korban berusaha keluar dari saluran air, dia berpegangan pada kabel yang menggelantung di sekitarnya. Saat itulah, Firdaus tersengat listrik. Tubuhnya terpental dan terjatuh di saluran air. ”Dua teman korban langsung mencari pertolongan ke warga sekitar,” jelasnya.

Warga yang mendapat laporan tersebut segera mengevakuasi korban. Bocah yang sudah tak sadarkan diri itu segera dibawa ke RS Sidowaras, Bangsal. Namun, nahas, korban dinyatakan tak bernyawa setiba di rumah sakit. Petugas kepolisian juga telah turun ke lokasi guna melakukan olah TKP.

Atas kejadian yang menimpa anaknya, orang tua korban menolak dilakukan otopsi. Baik luar maupun dalam. ”Keluarga korban membuat pernyataan tidak menuntut siapa pun atas kejadian ini,” tandasnya. Selanjutnya, jasad korban dimakamkan pada malam itu.

Jika diulas kembali, selama bulan ini terdapat dua kejadian korban tewas akibat tersengat listrik. Pada Sabtu (4/2/2023) lalu, Agus Sutiono (37), tukang bangunan asal Dusun Kertoharjo, Desa Kintelan, Kecamatan Puri, tersengat listrik saat memperbaiki atap rumah di Dusun Gambuhan, Desa Modongan, Kecamatan Sooko. Korban tewas setelah terjatuh dari atap dengan ketinggian lima meter. (Din/RED)