Surabaya, BeritaTKP.com – Ribuan warga di Pulau Bawean, Gresik, masih takut akan adanya gempa susulan, hingga enggan pulang ke rumah mereka masing-masing. Alhasil hingga kini, mereka masih mengungsi.

Diketahui, Pulau Bawean Gresik menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah dari gempa bumi yang berpusat di lepas pantai Tuban, pada Jumat (22/3/2024) lalu. Hal ini disebabkan lantaran Pulau Bawean berdekatan dengan titik pusat gempa.

Ketua Relawan NU Peduli Bawean melansir dari portal resmi Nahdlatul Ulama (NU), hingga saat ini ribuan warga masih mendirikan tenda minimalis untuk tidur. Karena masih mengungsi ribuan warga masih membutuhkan bantuan aneka makanan (bahan pokok), selimut serta obat obatan bahkan vitamin.

“Bahkan karena tenda yang didirikan ini minimalis maka mereka membutuhkan bantuan tenda yang lebih layak lagi. Kemarin sudah ada beberapa yang kembali ke rumah masing masing namun ternyata ada gempa susulan dan akhirnya mereka kembali ke pengungsian kembali karena masih takut,” tegasnya.

Adapun pengungsian mereka berada di beberapa kawasan seperti halaman Pesantren Al Amin Sukaoneng. Berdasarkan data BPBD Jatim, total warga mengungsi berjumlah sebanyak 33.535 jiwa. Rincian dari total tersebut yaitu pengungsian pada kelompok dewasa 18.531 jiwa, anak-anak 10.109 dan lansia 4.895.

Dari total jumlah pengungsian, sebaran warga mengungsi di Kabupaten Gresik berada di Kecamatan tambak, dengan rincian dewasa 9.131 jiwa, anak-anak 7.060 dan lansia 2.454. Sedangkan di Kecamatan Sangkapura dewasa 9.400 jiwa, anak-anak 3.049 jiwa dan lansia 2.451.

Data termutakhir dari tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur total jumlah korban gempa di Bawean ada sebanyak 17.644 orang, yang di antaranya ada 6.277 orang anak-anak, 2.534 orang lanjut usia, dan selebihnya berusia dewasa (17-55 tahun). (Din/RED)