Bandung, BeritaTKP.com – Seorang remaja di Bandung mengaku menjadi korban pengeroyokan hingga penculikan pada polisi. Setelah didalami ternyata remaja tersebut memberikan pengakuan palsu. Hal itu ia lakukan karena ia takut dimarahi orang tuanya lantaran mabuk berat.
Aksi sang remaja sempat viral di media sosial (Medsos). Sebagaimana dilihat pada Kamis 2 Juni 2022 pukul 13.50 WIB, salah satu akun Facebook dan Instagram mengunggah rekaman CCTV berdurasi 25 detik. Dalam video tersebut tampak seorang pemuda jadi korban penculikan hingga dikeroyok dan dibuang.
Berdasarkan keterangan pengunggah, kejadian itu terjadi di Jalan IR H Juanda (Dago), Kota Bandung pada Minggu 29 Mei 2022 subuh lalu. Dalam keterangannya, pemilik akun ini menceritakan ulang kisah dari warga. Menurut dia, salah seorang pemuda di Bandung jadi korban penculikan, dibawa ke mobil lalu dikeroyok dan di buang di daerah sungai Jalan Soekarno-Hatta.
Saat dikonfirmasi, Kasubbag Humas Polrestabes Bandung Kompol Rahayu Mustikaningsih jika hal yang diceritakan oleh pemuda tersebut tidaklah benar.
Pasalnya, usai kejadian orang tua dari pria tersebut memang datang ke Polrestabes Bandung berencana membuat laporan. Akan tetapi, saat itu, polisi langsung melakukan penelusuran.
“Piket Reskrim langsung ke TKP. Diperoleh informasi semuanya dan ternyata anak (pria ngaku diculik) itu ketakutan,” ujar Rahayu.
Menurut Rahayu, pria tersebut takut dimarahi orang tua lantaran berbohong. Menurut dia, awalnya pria tersebut pamit ke orang tuanya mau keluar sekitaran komplek rumahnya.
“Ternyata dia mabuk berat, sampai ke Dago sama teman-temannya,” kata Rahayu.
Dalam kondisi mabuk, kata dia, pria tersebut menendang orang-orang yang sempat nongkrong di kawasan Dago hingga akhirnya terlibat perkelahian. Namun, teman-teman pria tersebut melerai hingga jadi korban amuk massa karena aksinya tersebut.
“Sempat damai dan anak ini malah pergi ke Dukomsel dan nendangin orang-orang yang nongkrong di sana, sampai akhirnya digebukin sama orang-orang di sana,” tuturnya.
Pria tersebut pun, kata Rahayu, akhirnya berterus terang kepada orang tuanya. Menurut Rahayu, orang tuanya batal membuat laporan penculikan.
“Sampai saat ini orang tuanya belum bikin laporan, kemarin itu baru mau laporan kemudian cek TKP dulu kan waktu itu laporannya penculikan, pas dicek ternyata bukan,” kata dia. (RED)






