Blitar, BeritaTKP.com – Sebanyak 700 dosis vaksin LSD (Lumpy Skine Deseases) yang dikirim oleh pemerintah ke sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Blitar telah habis sejak bulan lalu. Para peternak yang sapinya terinfeksi penyakit LSD pun kini terpaksa membeli vaksin secara komersial.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar akan tetap mendampingi para peternak untuk membeli vaksin LSD secara kolektif. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Nanang Miftahudin menjelaskan, stok vaksin LSD ini beda dengan vaksin PMK yang jumlahnya membludak.
Menipisnya dosis vaksin terseut membuat para peternak menjadi khawatir, apalagi bulan ini merupakan bulan jelang datangnya hari raya Iduladha. Ditambah lagi, kasus LSD di Kabupaten Blitar sendiri terus meningkat seiringnya waktu.
Tercatat selama awal tahun hingga bulan Mei 2023 ini, ada 98 sapi milik peternak di Kabupaten Blitar yang terjangkit penyakit LSD. 69 sapi telah dinyatakan sembuh sementara 28 lainnya kini masih dalam proses penyembuhan.

Sementara untuk sapi yang meninggal akibat penyakit LSD ini hanya berjumlah 1 ekor. Sapi tersebut dipotong paksa setelah terjangkit penyakit LSD. “Total yang terjangkit di wilayah kabupaten Blitar itu 98 ekor sapi dan jumlahnya peningkatan ini terjadi paling banyak di bulan 5 ini,” imbuhnya.
Dinas Peternakan dan Periksanan Kabupaten Blitar terus melakukan upaya vaksinasi LSD ke ternak sapi milik warga. Dari data Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar total sudah ada 6.839 dosis vaksin LSD yang disuntikkan kepada ribuan sapi milik peternak Kabupaten Blitar.
Wilaya paling banyak menerima penyuntikan vaksin LSD adalah Kecamatan Gandusari, tepatnya di Desa Krisik, Kabupaten Blitar. Di lokasi tersebut ada 139 sapi yang telah menerima penyuntikan vaksin LSD dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar.
Namun kini vaksinasi LSD ini terpaksa berhenti lantaran stok yang dimiliki oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Tengah kosong. Masyarakat yang ternaknya terjangkit penyakit LSD pun kini terpaksa harus membeli vaksin secara komersial. “Kalau vaksin sebetulnya kita terus tapi ya gimana kondisinya memang saat ini sudah kosong 700 dosis yang terakhir yang kami terima itu juga sudah habis,” terangnya.
Bertambahnya jumlah kasus LSD di Kabupaten Blitar menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah setempat, pasalnya Iduladha kini tinggal hitungan hari. Dengan banyaknya sapi yang terjangkit LSD, dikhawatirkan akan menganggu harga pasar serta stok ternak yang akan digunakan untuk kurban. (Din/RED)





