Sidoarjo, BeritaTKP.com – Sebanyak kurang lebih 125 peserta laki-laki dan perempuan mengikuti acara sosialisasi ekonomi digital yang fokus membahas peluang dan tantangan pengembangan perekonomian di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman dari lembaga legislatif daerah, yaitu DR. Sriatun sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Komisi E, serta Bapak Achmad Muzayyin, S.S.O.S.I sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Komisi B.
Paparan DR. Sriatun: Fokus pada Perkembangan Sektor Ekonomi dan Infrastruktur Pendukung
Sebagai narasumber pertama, DR. Sriatun mengangkat tema terkait perkembangan perekonomian yang tengah terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Beliau menyoroti bahwa keberadaan “Car Friday” di kawasan Alun-Alun Kota Sidoarjo telah memberikan dampak positif yang terlihat secara nyata terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, salah satunya dengan munculnya berbagai Pedagang Kaki Lima (PKL) yang aktif beroperasi di lokasi tersebut.
Dalam paparannya, DR. Sriatun juga membahas secara mendalam tentang program solo semiran dari Pemprov Jatim melalui anggota DPRD Jatim fraksi PKB
“Untuk mencapai perekonomian yang mapan dan berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo, tidak cukup hanya mengandalkan potensi sektor-sektor tersebut saja. Keterkaitan infrastruktur yang memadai menjadi faktor krusial yang harus diperhatikan. Contohnya saja jalan-jalan yang saat ini masih banyak rusak dan berlubang di beberapa wilayah – hal ini tentunya harus menjadi prioritas perbaikan agar kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat dapat terjamin,” jelas DR. Sriatun dalam kesempatan tersebut.
Paparan Bapak Achmad Muzayyin: Program Ekonomi Berbasis Online-Offline dan Bedah RTLH
Sementara itu, narasumber kedua, Bapak Achmad Muzayyin, S.S.O.S.I dari Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, juga fokus membahas tentang perkembangan perekonomian lokal, namun dengan penekanan pada program-program yang telah dan akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
Beliau menjelaskan bahwa pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah memberikan berbagai pelatihan terkait pengembangan produk ekonomi yang berbasis baik secara online maupun offline kepada masyarakat beberapa waktu yang lalu. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan pelaku usaha lokal agar dapat mengikuti perkembangan tren ekonomi digital serta memperluas pangsa pasar produk mereka.
Selain program ekonomi, Bapak Achmad Muzayyin juga menyampaikan tentang program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) yang masih terus berjalan di Kabupaten Sidoarjo. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menciptakan lingkungan yang layak huni. Menurut beliau, untuk tahun anggaran 2026, telah ditetapkan calon penerima manfaat program ini yang tersebar di 15 desa di Kecamatan Gedangan, dengan alokasi satu rumah per desa.
“Kami berharap bahwa dengan adanya program ekonomi berbasis online-offline serta program pembangunan rumah layak huni ini, perekonomian masyarakat Sidoarjo dapat semakin meningkat dan kesejahteraan rakyat dapat terwujud secara lebih merata,” ujar Bapak Achmad Muzayyin.
Acara sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi wadah edukasi dan pemahaman bagi masyarakat tentang potensi ekonomi digital serta berbagai program pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidoarjo secara keseluruhan.(kc)





