Banyuwangi, BeritaTKP.Com –Muh. Agus Priyanto ,25, warga Kecamatan Jangkar Situbondo mengalami kecelakaan di jalan raya Banyuwangi – Situbondo, tepatnya di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Sebuah mobil jenis pick up L300 Nopol P-8836-VC yang hancur di tempat kejadian perkara karena saling tabrak dengan mobil di depannya.

Lawannya, adalah sebuah truk fuso Nopol B-9141-PEU yang dikemudikan oleh Subhan ,50, warga Desa Panjang Kecamatan Bae, Kudus, Jawa Tengah.
Sopir pick up meninggal di tempat dengan kondisi yang mengenaskan. Tubuhnya terjepit di antara kabin, kepalanya terluka berat hingga keluar di bagian depan kaca kabin.
Sementara, kondisi sopir truk fuso selamat hanya mengalami luka ringan dan mendapat perawatan. Ada pula, seorang kernet fuso yang dinyatakan selamat dari kecelakaan ini.
Kronologi kecelakaannya, bermula dari pick up L300 melaju dari arah selatan Banyuwangi dengan kecepatan yang tinggi. Tepat di TKP, sopir berusaha menyalip kendaraan di depannya. Namun, diduga terjadi selip ban, sehingga sopir tak mampu menguasai kendaraan.
Saat bersamaan, dari arah yang berlawanan muncul truk fuso box. Daar,,!! Kecelakaan tak terelakkan. Mobil pick up beradu dengan mobil truk fuso.
Posisi pick up melintang di jalan. Sementara, truk fuso menyelip dari sisi sebelah kiri jalan.
“Sudah kita lakukan olah TKP. Jenazah korban MD (meninggal dunia) sudah diserahkan ke keluarga di Situbondo,” ungkap Kanit Laka Lantas Polresta Banyuwangi, Iptu Ardhi Bita Kumala, Senin 8/3/2021.
Imbas dari kecelakaan tersebut, membuat jalur pantura menuju Pelabuhan Ketapang macet total. Pihaknya langsung melakukan evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.
“Tidak sampai satu jam lalin kembali lancar. Sementara kendaraan yang terlibat kecelakaan kita pinggirkan,”pungkasnya.
Iptu Ardhi menyebut, lokasi kecelakaan merupakan wilayah black spot yang kerap menimbulkan kecelakaan. Pihaknya meminta kepada semua pengendara kendaraan untuk berhati-hati melintas di sekitar lokasi kejadian.
“Ini wilayah black spot. Mohon pengendara yang melintas tidak ugal-ugalan. Jalan lurus membuat pengendara ingin melintas cepat,” ungkapnya. SH/Red





