Surabaya, BeritaTKP.com – Nasib malang menimpa Dewi (nama samaran), salah satu pelajar SMP Negeri di Kota Surabaya. Siswi SMP tersebut dikabarkan hamil lima bulan usai diperkosa dua orang pemuda berandal sambil dicekoki minuman keras (miras).
Laporan tersebut diterima oleh Imam Syafi’i anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya. Dewi, nama korban yang disamarkan tersebut mengalami pemerkosaan sejak bulan Desember 2022 lalu. Namun, peristiwa itu baru diakui korban kepada orang tuanya saat momnen Lebaran kemarin.
Peristiwa tersebut terongkar usai Ibu kandung korban mencurigai gerak-gerik putri sulungnya yang menyerupai orang hamil. Setelah ditanya pelan-pelan, Dewi akhirnya mengakuinya.

Imam menyebut, kasus itu langsung dilaporkan ke Polrestabes Surabaya, pada Selasa (25/4/2023) malam lalu. “Hari ini korban divisum di RS Bhayangkara Polda Jatim (Jawa Timur). Setelah itu korban langsung opname di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie, karena kondisi kesehatannya menurun,” kata Imam, Rabu (26/4/2023) kemarin.
Kasus tersebut, lanjutnya, sudah dikoordinasikan dengan Ida Widayati selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya karena korban mengalami trauma berat. “Alhamdulillah Bu Ida langsung respon cepat. Timnya sudah bertemu dan berdialog dengan korban,” papar Imam.
Menurut keterangan dari keluarga korban, Dewi yang kini masih duduk dibangku kelas dua SMP merupakan wanita pendiam. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumahnya yang ada di Kecamatan Bubutan.
Sementara kronologi kejadian, Dewi diajak oleh tetangganya membeli makanan. Namun, saat dalam perjalanan pulang ke rumah, Dewi diajak mampir di rumah salah satu pemuda kampung dekat rumahnya.
Di dalam, sudah ada pesta miras dan Dewi dipaksa ikut minum sebelum akhirnya diperkosa. “Di dalam rumah sudah ada tiga pemuda sedang pesta miras. Dewi Dipaksa ikut minum. Karena tidak pernah minum, kepala Dewi langsung pusing. Saat itulah, dua dari tiga pemuda tersebut menistakan Dewi,” tuturnya.
Sontak kejadian tersebut tak hanya memukul batin Dewi, tapu juga keluarganya. Bapaknya hanya pekerja serabutan, sementara ibunya pengamen yang harus menghidupi Dewi putri sulungnya dan kedua adik Dewi.
Terkait kasus ini, Imam meminta pemerintah kota (Pemkot Surabaya) mengobati kesehatan fisik dan psikis Dewi. Kedua, polisi harus secepatnya menangkap pelakunya.
“Ketiga, tidak bisa ditawar lagi, polisi dan Satpol PP harus serius memberantas peredaran minuman beralkohol ilegal. Terutama di dekat perkampungan. Sudah terbukti banyak mudaratnya. Sama sekali tidak ada kebaikannya,” tutupnya. (Din/RED)





