Jawa Barat, BeritaTKP.com – Seorang warga asal Dusun Sembir, Desa Gunasari, Kecamatan Sumedang Selatan, Eni ,53, ditemukan tewas usai tertimbun akibat ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada di belakang rumahnya. Tembok tersebut ambruk setelah diguyur hujan lebat yang berlangsung sejak siang hari.

Dayat ,38, selaku RT setempat yang turut mengevakuasi jenazah korban mengatakan, kejadian ambrolnya TPT terjadi sekitar pukul 16.00 wib, Minggu (14/11) saat hujan lebat mengguyur kampungnya sejak siang hari.

“Jadi hujan lebat yang turun sejak pukul 14.00 wib siang sempat berhenti sebentar, nah pas berhenti itu sekitar jam 16.00 wib TPT ambrol,” ungkapnya, Minggu (14/11/2021) malam.

Ia mengatakan, TPT yang ambrol disertai material tanah itu menjebol dinding ruang kamar korban yang saat itu sedang seorang diri berada di rumahnya. Sementara suaminya sedang bekerja di luar kota.

“Tepat di bagian kamar tidur korban yang terkena terjangan longsor,” terangnya.

Ia baru mengetahui ada yang tertimbun tanah setelah mendengar putra korban yang menangis sambil memanggil-memanggil nama korban. Dimana rumah putranya itu berada di atas tebing yang tidak jauh dari rumah milik korban.

“Awalnya saya pikir korban tidak berada di rumah, karena pas datang ke lokasi sepi tidak ada siapa-siapa, namun pas anaknya memanggil ’ema-ema’ baru saya kaget,” ungkapnya.

Tidak lama kejadian, kata Dayat, warga pun langsung berdatangan dan langsung mencari korban yang masih tertimbun dibawah longsoran tanah. Korban pun ditemukan dan berhasil dievakuasi setengah jam dari kejadian atau sekitar pukul 16.30 WIB.

“Warga saat kejadian langsung berdatangan, korban ditemukan dalam posisi duduk dengan timbunan tanah menutupi sekujur tubuhnya,” terang dia.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban pun oleh warga langsung dibersihkan dari material tanah dan langsung dimandikan untuk segera disemayamkan dan dishalatkan di rumah saudaranya yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Supervisor Pusdalops-PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang Rully Surya S menyebutkan TPT yang ambrol memiliki tinggi sekitar 4 meter dengan lebar 10 meter. TPT tersebut ambrol setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sejak siang.

“TPT itu ambrol akibat hujan deras yang terus mengguyur,” terangnya.

Rully mengatakan, untuk menghindari terjadinya longsor susulan, saat ini lokasi kejadian pun telah dipasangi garis polisi. Selain itu, ada tiga rumah yang harus di kosongkan terlebih dahulu untuk mengantisipasi longsor susulan.

“Rumah yang harus dikosongkan sementara ada tiga, satu di atas tebing dan dua di bawah,” pungkasnya. (RED)