Lamongan, BeritaTKP.com – Jalan poros antardesa di wilayah Desa Bulutigo, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan yang sempat ambles sedalam 1 meter gara-gara fenomena tanah gerak, kini sudah diuruk kembali. Selain itu, jalan penghubung yang berada tepat di tanggul negara sungai Bengawan Solo itu telah sliding (bergeser) sepanjang kurang lebih 32 meter.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan, Muhammad Muslimin menyampaikan, saat ini akses jalan penghubung antar desa itu harus ditutup sementara demi menjaga keselamatan warga saat melintas. Ia juga menyebut, jalan itu kini telah dilakukan penanganan berupa pengurukan.

“Saat ini tanggul Sungai Bengawan Solo itu baru tahap penanganan dari PU Bina Marga Kabupaten Lamongan. Sehingga kondisi jalan penghubung antar desa yang melintasi tanggul itu pun harus ditutup sementara,” ujar Muslimin, Selasa (17/1/2023) kemarin.
Muslimin mengungkap, amblesnya poros jalan antardesa tersebut diduga diakibatkan oleh hujan berintensitas tinggi yang turun dalam beberapa hari terakhir ini. Bahkan, akses jalan antar desa yang terbuat dari beton dan berada tepat di tanggul kini tak bisa dilalui oleh kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4.
“Sebenarnya tanggul yang sliding ini sudah terjadi sejak 2 pekan lalu. Namun lambat laun retakan yang ditimbulkan semakin parah. Roda 2 maupun roda 4 tak bisa melintas, karena tanggul ini sliding sepanjang kurang lebih 32 meter, dengan lebar sekitar 5 meter dan sedalam 1,5 meter,” terangnya.
Demi mencegah terjadinya sliding agar tak semakin parah dan meluas, Muslimin menegaskan, pihak TRC BPBD Kabupaten Lamongan bersama Muspika Kecamatan Laren, PU SDA Lamongan, PU Bina Marga Lamongan, dan BBWS Bengawan Solo, segera melakukan assesment ke lokasi.
“Kami dari BPBD Kabupaten Lamongan juga melakukan koordinasi dengan unsur jajaran terkait guna menentukan penanganan langkah selanjutnya. Sliding tanggul ini bisa semakin meluas jika tak segera ditangani. Apalagi hujan juga masih sering terjadi,” bebernya.
Secara rinci mengenai penanganan jalan ini, Muslimin menyebutkan, jalan penghubung antar desa yang ambles dan sliding itu kini telah dilakukan pengurukan darurat sepanjang kurang lebih 20 meter oleh Dinas PU Bina Marga Lamongan.
“Pengurugan dengan batu pedel ini dilakukan sebagai penanganan darurat. Nanti infonya juga diusulkan agar dibuatkan TPT (tanggul penahan tanah), sehingga tanggul bisa lebih kuat dan tak mengalami sliding atau pergeseran,” paparnya.
Lebih lanjut, Muskimin menuturkan, dengan adanya penangan darurat ini, masyarakat bisa segera melewati jalan penghubung antar desa itu kembali. “Semoga jalan bisa segera dilewati kembali. Warga yang ingin mengangkut hasil panennya juga biar tak memutar terlalu jauh,” katanya. (Din/RED)





