BANDA ACEH, BeritaTKP.com – Sejumlah siswa SMP Negeri 4 Banda Aceh diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (30/10/2026). Para siswa mengalami gejala mual dan sakit perut hingga harus mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Kesdam, Banda Aceh.

Menu MBG yang disajikan saat kejadian terdiri atas nasi, ikan tuna tumis Aceh, tempe orek, tumis labu siam, dan pisang.

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kota Banda Aceh, Muhammad Fahry, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia memastikan penanganan terhadap pihak yang terdampak telah dilakukan.

“Sebagai tindak lanjut, sesuai standar operasional prosedur dari Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan BGN RI, SPPG yang menyebabkan kejadian menonjol diberhentikan sementara untuk proses investigasi menyeluruh,” kata Fahry, dikutip Antara, Jumat (30/10/2026).

Lima Siswi dan Seorang Guru Jalani Observasi

Berdasarkan keterangan Fahry, hingga Kamis (29/10/2026) pukul 20.00 WIB, lima pelajar putri dan seorang guru dilaporkan dalam kondisi baik. Mereka masih menjalani observasi di fasilitas kesehatan.

Sementara itu, sampel makanan yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut telah diserahkan kepada Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjalani pengujian laboratorium.

“Seluruh dampak akibat kejadian menonjol tersebut telah ditangani BGN dan Satuan Tugas MBG Kota Banda Aceh. Waktu pengujian laboratorium disebutkan BPOM hingga pekan depan,” jelas Fahry.

Hasil pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat membantu mengetahui penyebab kejadian tersebut.

Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Sebagai langkah penanganan, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait dengan kejadian tersebut dihentikan sementara selama proses investigasi berlangsung.

Fahry mengatakan, pihaknya juga akan melakukan perbaikan dan meningkatkan pengawasan terhadap penerapan standar operasional prosedur (SOP), khususnya untuk mengantisipasi risiko kejadian serupa.

“Mengacu pada alur operasional penanganan krisis, penjelasan lebih lanjut disampaikan Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan BGN RI di Jakarta,” katanya.

Hingga saat ini, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pengujian sampel makanan oleh BPOM.(æ/red)