Ponorogo, BeritaTKP.com – Tanah longsor terjadi di persawahan terasering Dukuh Jabag, Desa Tumpakpelem, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, pada Kamis (4/5/2023) lalu. Longsorannya kurang lebih sepanjang 60 meter dengan lebar longsoran 10 meter. Ada sejumlah dugaan penyebab terjadinya longsor tersebut.

“Longsor itu bisa disebabkan karena kemiringan tanah dan alih fungsi lahan,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nganjuk Sumber Harto, Jumat (5/5/2023) kemarin.

Kondisi sawah terasering di Ponorogo yang terkena longsor.

Harto menjelaskan, kondisi tanah yang telah mencapai titik jenuh juga bisa menjadi penyebab terjadinya longsor. Pun juga soal tanah endapan yang sudah terlalu basah hingga mencapai batuan dasar. “Tanah endapan sudah terlalu basah sampai batuan dasar. Sehingga batuan sebagai bidang menggelincir sampai longsor,” terang Harto.

Saat disinggung terkait adanya kemungkinan longsor susulan, Harto menerangkan harus melakukan survei terlebih dahulu. “Waduh harus survei kalau itu, dicek apakah kondisi tanah masih normal atau sudah memprihatinkan. Masalah susulan kami belum berani menyimpulkan karena tidak tahu kondisi dalam tanah seperti apa, kalau melalui survei dan dianalisa baru bisa memberikan pernyataan,” imbuh Harto.

Harto mengingatkan kepada warga sekitar agar selalu waspada ketika hujan deras turun. Pun juga jangan pergi ke sawah usai hujan deras. “Ketika habis hujan deras dan lama besoknya tidak usah ke sawah, kalau memang mau ke sawah harus hati-hati, perhatikan lingkungan sekitar. Untuk anak-anak dilarang bermain di sekitar,” tandas Harto. (Din/RED)