Blitar, BeritaTKP.com – Nasib apes menimpa Eko, warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Bukannya mendapatkan sesuatu yang menghasilkan uang, pria berusia 48 tahun tersebut malah terkena batunya saat melakukan aksi pencurian di rumah anggota TNI, Candra (39), yang tinggal di Desa Sono, Kecamatan Gandusari.

Pelaku melakukan aksi pencuriannya pada saat korban tak ada di rumah. Secara kebetulan, korban pada saat itu pulang dan terkaget melihat dua orang di dalam rumahnya dan berusaha kabur. Namun, korban yang terlatih dengan situasi tak terduga seperti itu dengan sigap berhasil meringkus satu pelaku, yakni Eko.

Sedang, satu pelaku lainnya, SR (35), berhasil meloloskan diri meski sudah dikejar ramai-ramai oleh warga. “Saat ini pelaku yang tertangkap itu sudah kami amankan di Polres Blitar, sedang yang kabur itu sedang kami buru. Kami sudah mengantongi identitasnya,” kata AKP Heru Susanto, Kapolsek Gandusari.

Dari tangan pelaku Eko, petugas berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter tanpa plat nomer. Kendaraan tersebut ditumpangi dua pelaku saat beraksi.

Sepertinya, pelaku tidak mengira jika rumah yang disatroni tersebut adalah rumah seorang tentara. Mungkin, siang itu mereka sengaja mencari sasaran dengan berputar-putar di jalan desa atau kampung yang sepi.

Desa lokasi rumah korban berada tersebut terbilang jauh dari mana-mana, bahkan juga cukup sepi karena hanya dikelilingi oleh lahan perkebunan yang cukup luas. Itu perkebunan peninggalan penjajah Belanda dengan luas diperkirakan hampir 900 hektare (Ha), yang sudah puluhan tahun dikuasai swasta atau seseorang pengusaha.

“Dugaan kami juga seperti itu (tak tahu pemilik rumahnya siapa karena jarak rumah kedua pelaku dengan TKP pencuriannya sekitar 20 km) dan asal beraksi. Yang penting mencarai sasaran yang aman,” ungkapnya.

Kebetulan Minggu (26/2/2023) siang hari, rumah korban sepi karena korban ada kegiatan di rumah salah satu perangkat di desa itu. Melihat ada rumah yang tertutup rapat pintu depannya dan kondisinya sepi, pelaku langsung berhenti dan mengawasinya beberapa menit.

Begitu dianggap aman, keduanya langsung masuk dan sepeda motornya disembunyikan di samping rumah korban. namun, saat keduanya sudah beraksi dalam rumah, korban tiba-tiba datang. Panik melihat pemilik rumah pulang, kedua pelaku langusung ketakutan dan berusaha kabur.

Sedang, korban sendiri kaget karena melihat pintu depan rumahnya rusak seperti bekas dibuka paksa “Pelaku masuk dengan merusak pintu depan sehingga membuat kaget korban karena melihat pintu rumahnya rusak,” paparnya.

Kagetnya belum hilang saat melihat pintu depannya rusak, korban malah dikejutkan dengan bayangan gerakan dua orang yang keluar dari pintu belakang rumahnya.

Ketika masuk ke dalam rumah, korban dikejutkan dengan adanya bayangan gerakan dua orang yang keluar dari pintu belakang rumahnya. Yakin jika dua orang tersebut berbuat tak baik dan sedang menyatroni rumahnya, korban yang sudah terbiasa sigap dengan situasi apapun, langsung mengejarnya.

Tahu korban mengejar pencuri yang berusaha kabur, warga dengan cepat langsung membantunya. Tak berjarak jauh atau sekitar 500 meter, satu pelaku berhasil ditangkap dan langsung dihajar massa karena geram dengan perbuatan jahatnya.

Petugas kepolisian dengan cepat mengamankan pelaku Eko lantaran khawatir warga terus menerus memukuli pelaku. Sementara, pelaku satunya kabur dengan lari ke arah perkebunan, sehingga sulit ditemukan meski sudah dicarinya.

Sebab, perkebunan itu cukup luas dengan berbagai jenis tanaman, bahkan juga pepohonan yang tinggi sehingga kalau sudah masuk ke dalam perkebunan akan sulit ditemukan. Dugaannya, pelaku belum mendapatkan barang meski sudah masuk ke dalam rumah korban. (Din/RED)