Gresik, BeritaTKP.Com – Santri dari berbagai pondok pesantren (ponpes) akan balik ke Gresik. Sebanyak 1.890 santri mudik lebih awal ini setelah izin dikeluarkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa soal santri diperbolehkan mudik langsung.

Sejak awal April 2021 lalu, santri dari 16 pondok pesantren di seluruh Jawa Timur sudah mulai dilakukan penjemputan. Namun sampai saat ini masih tersisa 1.132 santri belum dilakukan penjemputan.
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik Muhammad Amri menuturkan, santri yang belum dijemput itu masih menunggu jadwal yang sudah ditetapkan. Namun pihaknya memastikan sebelum tanggal 10 Mei 2021mendatang seluruh santri dipastikan sudah berada di Gresik.
Amri menambahkan, terdapat 548 santri dari delapan ponpes tidak dilakukan penjemputan dengan bus. Pasalnya, ponpes yang bersangkutan sudah terlanjur kontrak dengan pihak armada lain. Meski tidak dilakukan penjemputan seluruh santri yang mudik ke Gresik itu diwajibkan turun di dua titik kumpul.
“Ada dua titik kumpul untuk pendataan. Santri dari Bawean titik kumpul di pelabuhan dan yang di Gresik titik kumpul di Terminal Bunder,” paparnya, Senin 26/04/2021.
Masih menurut Amri, rombongan santri paling banyak dijemput pada tanggal 3 Mei 2021. Yakni 405 santri dari Ponpes Ammanatul Ummah Mojokerto. Untuk penjemputannya disiapkan sembilan bus untuk mengangkut santri tersebut.
“Penjemputan ini sebagai tindak lanjut atas izin yang diberikan oleh Gubernur Jatim. Kami diminta untuk mengawal sekaligus memfasilitasi,” ungkapnya. SH/Red





