SURABAYA, BeritaTKP.com – Kantor Bersama (KB) Samsat Surabaya Utara terus membuktikan komitmennya sebagai garda terdepan pelayanan publik di bidang administrasi kendaraan bermotor. Tak hanya menunaikan tugas rutin, Samsat ini menghadirkan pelayanan cepat, tepat, dan transparan — sekaligus menjunjung tinggi prinsip bebas pungutan liar (pungli).
Dalam program “Polantas Menyapa”, dua personel terbaik, Bripka Davi dan Brigadir Ratri, menjadi contoh nyata profesionalisme anggota polisi lalu lintas. Dengan mengedepankan senyum, salam, dan sikap santun, keduanya menyapa setiap wajib pajak yang datang dengan penuh empati dan keramahan. Sikap ini mencerminkan semangat pengabdian Polantas dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Iwan Saktiadi, menegaskan pentingnya perubahan paradigma pelayanan publik di lingkungan kepolisian, khususnya dalam bidang lalu lintas.
“Masyarakat datang ke Samsat untuk dilayani, bukan untuk ditakuti,” tegas Kombes Pol Iwan Saktiadi.
Ia menambahkan, setiap anggota Polantas wajib menerapkan tiga S — Senyum, Salam, dan Santun — agar masyarakat merasa dihargai dan nyaman selama mengurus administrasi kendaraan.
Program “Polantas Menyapa” kini menjadi wajah baru pelayanan di Samsat Surabaya Utara (Samsat Kedung Cowek). Melalui program ini, masyarakat dapat dengan mudah bertanya, berkonsultasi, hingga menyelesaikan berbagai urusan administrasi kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat tanpa hambatan dan birokrasi yang berbelit.
Langkah ini merupakan bentuk nyata implementasi pelayanan prima kepolisian, sesuai arahan Kapolda Jawa Timur untuk menghadirkan kepolisian yang humanis, modern, dan berintegritas. Respons positif masyarakat pun menunjukkan perubahan signifikan dalam sistem pelayanan di Samsat Kedung Cowek.
Kini, Samsat Surabaya Utara bukan sekadar tempat pembayaran pajak kendaraan, tetapi menjadi simbol perubahan menuju pelayanan publik yang cepat, tegas, transparan, dan bebas pungli.
“Polantas hadir bukan untuk diperintah, tetapi untuk mengabdi dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujar salah satu petugas di lokasi. (lutfi)





