Guru di Tanjungbalai diarak warga

TANJUNGBALAI, BeritaTKP.com – Aksi kemarahan ratusan warga pecah di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Massa berbondong-bondong menggeruduk kediaman pasangan suami istri (pasutri) setelah kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang melibatkan oknum guru berinisial D dan suaminya berinisial A (37) viral di media sosial.

Kasi Humas Polres Tanjungbalai, Ipda M Ruslan, membenarkan peristiwa tersebut dan mengungkapkan modus operandi yang digunakan oleh para terduga pelaku dalam melancarkan aksi bejatnya terhadap korban yang merupakan seorang siswa SD kelas V berusia 12 tahun dan berstatus yatim piatu.

“Lokasi kejadian di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, sekitar pukul 13.00 WIB, diduga terjadi tindak pidana cabul oleh A. Modusnya membujuk korbannya dengan memberi ponsel pintar untuk dimainkan oleh korban,” ujar Ruslan, Kamis (23/7/2026).

Kronologi dan Peran Istri yang Berstatus Guru ASN Berdasarkan keterangan kepolisian dan penyelidikan awal, aksi asusila yang dilakukan oleh sang suami (A) yang berprofesi sebagai buruh harian tersebut ternyata turut dibantu oleh istrinya sendiri berinisial D, yang sehari-hari bekerja sebagai seorang guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kasus memilukan ini pertama kali terungkap setelah korban mengeluhkan rasa sakit pada bagian tubuhnya kepada nenek angkatnya. Dari pengakuan korban yang berani buka suara, diketahui bahwa ia telah mengalami kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh pasutri tersebut. Keluarga korban yang tidak terima langsung melaporkan kejadian itu secara resmi ke Polres Tanjungbalai.

Warga Geruduk Rumah Pelaku Akibat Lambatnya Penanganan Aksi massa yang berujung penggerudukan rumah terduga pelaku dipicu oleh kekecewaan mendalam dari warga sekitar. Sekretaris desa setempat, AAS, menyatakan bahwa pihak keluarga sebenarnya telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian sejak sekitar dua bulan lalu.

Namun, lambatnya perkembangan penanganan perkara membuat warga resah dan berinisiatif mendatangi kediaman pasutri tersebut untuk melampiaskan kemarahan.

Situasi yang sempat memanas dan nyaris tak terkendali langsung diredam oleh aparat kepolisian yang tiba di lokasi. Demi mengantisipasi amuk massa dan menjaga keamanan, petugas dengan sigap mengamankan kedua terduga pelaku dan memboyong mereka ke Mapolres Tanjungbalai untuk menjalani pemeriksaan lebih intensif.(æ/red)